spot_imgspot_img
Kamis 13 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

7.973 Jiwa di Pangandaran Terdampak Kekeringan, Kemensos Langsung Beraksi

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bencana kekeringan di Kabupaten Pangandaran terus meluas sejak Mei 2026. Ribuan warga kini mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.

‎Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran, Nana Suryana mengatakan, sebanyak 2.681 Kepala Keluarga atau 7.973 jiwa terdampak di 22 desa dari 9 kecamatan.

‎”Hingga saat ini tercatat 2.681 KK atau 7.973 jiwa terdampak kekeringan di Kabupaten Pangandaran. Sebarannya ada di 22 desa dan 9 kecamatan,” ujar Nana Suryana, Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Stok Pangan Surplus, Harapan Berdirinya Bulog di Pangandaran

‎Wilayah dengan jumlah terdampak terbanyak antara lain, Kecamatan Cimerak: 2.561 jiwa, Kalipucang: 2.231 jiwa, Parigi: 1.708 jiwa, Cijulang: 1.197 jiwa, Pangandaran: 786 jiwa, Sidamulih: 574 jiwa, Padaherang: 225 jiwa, Mangunjaya: 97 jiwa dan Kecamatan Cigugur: 94 jiwa.

‎Nana menambahkan, Bupati Pangandaran telah menetapkan status tanggap darurat selama 90 hari, terhitung 3 Juli sampai 30 September 2026.

‎”Kementerian Sosial RI sudah mendistribusikan 6 unit paket penjernih air, 6 unit tandon air, dan 1 unit truk tangki air senilai Rp30.180.000,” katanya.

Baca Juga: Sespimmen Polri Dukung Ketahanan Pangan Pangandaran

‎Saat ini distribusi air bersih dan pemasangan tandon diprioritaskan di Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak. Dinas Sosial PMD juga telah mengajukan permohonan bantuan lanjutan ke Kemensos.

‎”Hujan belum turun sejak Mei 2026. Warga masih sangat membutuhkan air bersih untuk kebutuhan dasar sehari-hari,” pungkas Nana.

Tim Tagana Kabupaten Pangandaran bersama BPBD dan unsur terkait masih terus melakukan distribusi air menggunakan truk tangki dari Kemensos.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru