GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menyiapkan sistem pemantauan kehadiran siswa secara digital.
Aplikasi tersebut untuk memperkuat pengawasan dan mencegah anak putus sekolah.
BACA JUGA:
PM Gatra Apresiasi Dukungan DPRD dan Pemkab Garut
Bupati Garut menegaskan, tingginya jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) menjadi persoalan yang harus di tangani secara serius.
Menurutnya, kondisi tersebut di pengaruhi berbagai faktor. Di antaranya, keterbatasan ekonomi keluarga, anak memilih bekerja sejak dini serta kurangnya dorongan orang tua untuk melanjutkan pendidikan.
“Kita sangat prihatin dengan ATS yang tinggi. Mungkin di sebabkan karena orang tuanya tidak memiliki ekonomi untuk membekali dan anaknya mau bekerja,” tegas Syakur dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Absensi Siswa dan ATS di Kantor Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD).
Bupati Garut menyebut, pencegahan harus di lakukan sejak dini dengan mendeteksi siswa yang mulai tidak aktif mengikuti pembelajaran.
Pengawasan tidak cukup hanya di lakukan oleh sekolah. Tetapi perlu melibatkan pemerintah hingga tingkat desa.
“Paling tidak saya akan memfilter anak-anak yang sekolah namun tidak melanjutkan. Caranya dengan mendeteksi sesegera mungkin ketika ada anak yang bilangnya sekolah namun tidak hadir sekolah,” tegasnya.
Untuk itu, Pemkab Garut akan mendorong pengembangan sistem digital yang memungkinkan orang tua menerima notifikasi mengenai kehadiran anak di sekolah.
Dengan sistem tersebut, ketidakhadiran siswa dapat segera di ketahui dan di tindaklanjuti.
BACA JUGA:
Acara Silaturahmi PM Gatra tak Dihadiri Wakil Rakyat, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Garut
Bupati berharap, sistem tersebut dapat memperkuat pengawasan antara sekolah, orang tua dan pemerintah.
Deteksi lebih cepat terhadap siswa yang tidak hadir di harapkan dapat mencegah pembolosan sekaligus mengantisipasi anak berhenti sekolah.
(Bambang Fouristian)



