BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan bantuan pembangunan kembali rumah warga yang mengalami musibah kebakaran di Jalan Jembatan Opat, RT 03 RW 06, Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Si jago merah melahap habis bangunan yang menampung empat kepala keluarga tersebut beserta seluruh harta benda milik warga.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menegaskan bahwa Pemkot Bandung terus berupaya agar warga yang kehilangan tempat tinggal dapat segera menghuni hunian yang layak. Terlebih, pemilik lahan telah mengantongi sertifikat resmi sehingga memenuhi syarat untuk masuk ke dalam program bedah rumah.
Baca Juga: 35 Pohon Ditebang di Bandung, Pelaku Jalan Riau Didenda Rp100 Juta dan Wajib Sediakan 1.000 Bibit
Erwin menyampaikan komitmen tersebut saat meninjau langsung kondisi warga dan sisa-sisa bangunan pascakebakaran, Senin (10/8/2026).
“Pemerintah Kota Bandung pasti akan selalu hadir di saat keluarga mengalami musibah. Mudah-mudahan kami bisa secepatnya membangunkan kembali rumah ini dibantu oleh DPKP. Karena tanahnya punya sertifikat, alhamdulillah bisa masuk ke program bedah rumah. Kekurangannya nanti insyaallah ada bantuan dari Baznas,” kata Erwin.
Erwin membeberkan bahwa amukan api tidak hanya menghanguskan bangunan tempat tinggal empat kepala keluarga, tetapi juga melalap habis harta benda, termasuk simpanan uang dan perhiasan.
“Ini satu rumah diisi oleh empat keluarga. Tadi katanya perhiasan dan uang semuanya terbakar. Tetapi alhamdulillah masyarakat juga ikut membantu,” katanya.
Erwin mengapresiasi kepedulian tinggi warga sekitar yang bahu-membahu menyalurkan bantuan kepada keluarga korban. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi pilar utama warga dalam melintasi masa-masa sulit akibat bencana.
“Intinya saya meyakini bahwa di sini hidup gotong royongnya, saling membantu. Tidak mungkin ada yang kesulitan kemudian kita biarkan,” ucapnya.
Penyaluran Bantuan Awal dan Imbauan Waspada Instalasi Listrik
Selain mengagendakan pembangunan kembali rumah korban, Pemkot Bandung melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan awal untuk menopang kebutuhan dasar para korban. Erwin juga menyerahkan santunan uang tunai secara langsung kepada keluarga yang tertimpa musibah.
Di tengah penanganan warga, Erwin mewanti-wanti masyarakat luas agar menggenjot kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan pemukiman.
Ia menyoroti penggunaan kompor gas dan kondisi instalasi listrik sebagai dua pemicu utama musibah kebakaran. Pihaknya meminta warga mengecek secara berkala kondisi kabel listrik, terutama pada bangunan yang sudah berdiri lebih dari 10 tahun.
“Pertama, kebakaran itu biasanya dari dua hal, kompor gas dan listrik. Kita harus rutin memeriksa jalur kabel, apalagi kalau rumah sudah berusia lebih dari 10 tahun,” ungkapnya.
Selain instalasi listrik, Erwin menekankan warga agar ekstra hati-hati saat mengoperasikan tabung LPG 3 kilogram. Kebocoran regulator maupun kesalahan penanganan gas kerap memicu ledakan dan kebakaran hebat.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prosedur pemeriksaan sederhana sebelum melangkah keluar rumah, terutama memastikan kompor dan saluran gas dalam keadaan mati.
“Kewaspadaan itu penting. Sebelum pergi, periksa dulu kompornya, gasnya. Kita harus hati-hati,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



