spot_imgspot_img
Sabtu 8 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kemarau Melanda, Ratusan Warga Pangandaran Antre Air Bersih

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Musim kemarau kembali memukul ratusan warga Dusun Kawarasan, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

Di saat warga lain berangkat kerja pada pagi hari, warga di tiga RT wilayah tersebut justru harus berdiri mengantre demi mengumpulkan air bersih dari sumur tua di area perkebunan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Siapkan Knalpot Standar di Pos Polisi, Knalpot Brong Langsung Diganti

Setiap hari dari pagi hingga sore, warga mendatangi sumur terbuka sejauh 200 meter dari pemukiman. Mereka membawa jeriken, ember, hingga botol bekas berukuran besar menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki menembus jalan setapak.

Tokoh masyarakat RT 13, Ikut (60), mengutarakan bahwa pemandangan ini rutin terulang setiap kali kemarau menerjang kawasan mereka.

“Kegiatan ini dilakukan setiap hari pada musim kemarau sekarang. Warga RT 13 di Kawarasan khususnya selalu ke sini setiap hari,” ujar Ikut.

Masyarakat memanfaatkan air sumur tersebut untuk memenuhi seluruh kebutuhan harian, mulai dari memasak, minum, mandi, hingga mencuci pakaian.

“Jadi, sumur ini selalu diserbu warga. Ada sekitar 100 warga dari tiga RT di satu RW,” katanya.

Waktu Kerja Terpangkas Demi Mengantre Air

Ikut menjelaskan bahwa keterbatasan debit air memaksa warga bergantian menimba. Kondisi ini menyita waktu warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan buruh harian.

“Jadi harus ngantri, giliran. Ada yang pagi-pagi, yang enggak kebagian pagi ya bisa siang, kalau enggak siang ya sore. Ya, gitu,” katanya.

Pria paruh baya ini mengeluhkan dampak krisis air yang merembet pada penurunan penghasilan keluarga.

“Ya mengganggu, soalnya orang yang mau kerja harus mencari air dulu. Pendapatan jadi berkurang,” keluh Ikut.

Warga lainnya, Walo (51), mendatangi lokasi sumur saban tiga hari sekali khusus untuk mencuci pakaian keluarga dan mengangkut persediaan air mandi.

“Kalau untuk nyuci pakaian paling tiga hari sekali,” ujarnya singkat. “Yang penting ada air buat mandi, masak, cuci piring.”

Warga Kawarasan Berharap Bantuan Sumur PAM

Masyarakat Dusun Kawarasan menaruh harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Pangandaran menghadirkan solusi jangka panjang untuk mengatasi kekeringan tahunan ini.

“Ya, seharusnya ada bantuan sumur satu atau dua lagi. Kalau bisa mah air PAM, kan bisa disedot. Tolonglah minta bantuannya,” ucap Ikut penuh harap.

Bagi 100 kepala keluarga di Desa Sindangwangi, setiap jeriken air yang mereka bawa pulang merupakan bentuk perjuangan keras menembus keterbatasan di tengah kemarau panjang.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru