TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ulah jempol memang bisa jadi harimau bagimu, unggahan bernada tak berempati. Yang di layangkan oleh oknum staf RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya. Kepada seorang pasien BPJS Kesehatan bernama Yurizal di platform media sosial Threads.
Dan unggahan tersebut kini berbuntut panjang dan terancam menghancurkan karier mereka sendiri.
Kasus ini mendadak meledak dan menjadi sorotan nasional setelah viral di berbagai linimasa. Gelombang kecaman warganet mengalir deras, bahkan tokoh publik sekelas Kang Dedi Mulyadi (KDM), anggota DPR RI.
Baca Juga: OJK Tasikmalaya Perkuat UMKM Garut Lewat Program Desa EKI, Akses Modal dan Pendampingan Jadi Fokus
Hingga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ikut turun tangan menyoroti insiden pelayanan publik yang mencoreng institusi kesehatan ini.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, mengaku sangat kaget dan menyayangkan tindakan tidak terpuji. Yang tentunya mencoreng citra dunia kesehatan di Kota Tasikmalaya tersebut.
”Ya harus ada tindakan dan sementara ini pelaku sudah di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) oleh atasan masing-masing. Kita tidak ingin kejadian serupa bisa terulang kembali,” ungkap Diky saat di temui di Raudatul Ulum Cidahu. Kecamatan Tamansari, Kamis (6/8/2026).
Terkait sanksi tegas atau punishment, Diky menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan pimpinan. Melalui rekomendasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) sesuai regulasi yang berlaku.
Pihaknya juga telah menerjunkan Inspektorat untuk mengawal ketat kasus ini.
”Inspektorat mengawal dan memastikan bahwa proses tindakan kepada yang bersangkutan berjalan sesuai PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai. Secara teknis, sanksi itu berada di BKPSDM sesuai regulasi,” tambahnya.
Medsos Ibarat Pisau Dapur
Berkaca dari insiden panas ini, Diky Candra melontarkan imbauan keras sekaligus pesan menohok bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Maupun non-ASN di lingkungan Pemkot Tasikmalaya agar lebih bijak dalam bermedia sosial.
Ia mengibaratkan media sosial bagaikan sebuah pisau tajam. Jika di pegang oleh tangan yang tepat, seperti seorang ibu untuk memasak dan memotong sayur atau daging. Tentu akan mendatangkan banyak manfaat.
Sebaliknya, jika jatuh ke tangan yang salah, justru bisa mendatangkan malapetaka.
”Karena media sosial itu ibarat pisau, jika di gunakan oleh ibu-ibu buat masak/motong sayur atau daging pasti bermanfaat. Namun, apabila di gunakan oleh orang mabuk bisa menjadi negatif fungsinya.” katanya.
Sementara itu NZ Norma Zehara seorang staf administrasi RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Dengan mengunggah video permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya (@nnzhaquarius) pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Permintaan maaf tersebut di lakukan setelah komentar kasarnya di media sosial Threads. Yang menanggapi keluhan pasien BPJS viral dan menuai kecaman publik.
Pasien tersebut, almarhum Yurizal, sebelumnya mengeluh menunggu kamar selama 8 jam dan di kabarkan meninggal dunia.
Selain itu pihak manajemen rumah sakit telah melakukan pemeriksaan (BAP). Serta berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Juga Inspektorat Kota Tasikmalaya untuk memproses penegakan disiplin sesuai aturan yang berlaku.
(Abdul Latif)



