GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menerima silaturahmi jajaran Manajemen PT Pupuk Indonesia Regional Jawa Barat (Jabar) bersama Asosiasi Pupuk Kabupaten Garut di Ruang Rapat Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Rabu (5/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas strategi pengelolaan serta jaminan kelancaran distribusi pupuk di wilayah Kabupaten Garut.
BACA JUGA:
Bupati Garut Dorong Peningkatan Keterampilan SDM di Lembang
Bupati Garut menekankan pentingnya kepastian ketersediaan pasokan pupuk bersubsidi. Seperti NPK, Urea maupun pupuk organik.
Pasalnya, pupuk merupakan komoditas vital dalam menopang produktivitas sektor pertanian.
“Alhamdulillah selama ini di Garut distribusi pupuk baik-baik saja. Namun karena ini adalah barang bersubsidi, berarti akan ada pengawasan dari semua pihak. Baik di masyarakat dan pengelola,” kata Syakur.
Menurut Dia, pemerintah akan menjamin agar bisa di rasakan langsung oleh petani.
Manajer Penjualan Jabar 3 PT Pupuk Indonesia, Teuku Reza Pratama mengatakan, hingga akhir Juli 2026 penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Garut telah mencapai sekitar 50 persen dari total alokasi tahun 2026.
Penyaluran berlangsung lancar di seluruh Lini III dan IV dengan jaminan ketersediaan stok Urea dan NPK di Penerima Pupuk Titik Serah (PPTS).
Terkait penetapan harga, PT Pupuk Indonesia telah gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh PPTS guna memastikan harga pupuk yang di terima petani sesuai dengan ketentuan pemerintah.
BACA JUGA:
Ketum PM Gatra Dukung Program Garut Caang, Ini Syaratnya
“Kami pastikan keseluruh PPTS harga yang di transaksikan itu adalah harga dari pemerintah. Jika ada biaya pengiriman itu hal yang berbeda. Karena petani kadang ada yang meminta di kirim langsung ke lahannya dan ada yang meminta ke rumahya,” jelas Teuku Reza Pratama.
Ia juga menegaskan, tidak terdapat kelangkaan pupuk di Kabupaten Garut. Kendala penebusan yang masih di alami sebagian petani umumnya terjadi karena nama mereka belum terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Saat ini, sekitar 254 ribu petani di Kabupaten Garut telah terdaftar dalam sistem tersebut.
PT Pupuk Indonesia menyatakan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian di tingkat kabupaten/kota untuk mendorong pendaftaran petani yang belum terdata melalui portal RDKK.
BACA JUGA:
Disdamkarmat Garut: Bantuan Mobil Tangki Air TNI untuk Perkuat Respons Kebakaran
Selain itu, perusahaan juga berkomitmen menerjunkan tim ke lapangan guna memberikan edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan pupuk organik dalam pemulihan dan pemeliharaan kualitas lahan pertanian.
(Bambang Fouristian)



