spot_imgspot_img
Selasa 4 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ketum PM Gatra Dukung Program Garut Caang, Ini Syaratnya

GARUT, FOKUSJabar.id: Ketua Umum (Ketum) Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen menudukung program Garut Caang (Garut Terang).

Garut Caang merujuk pada inisiatif pemerataan Penerangan Jalan Umum (PJU), akses listrik atau perluasan akses informasi/internet di Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Garut International Kite Festival Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Daerah

Menurut Ketum PM Gatra, peningkatan kualitas penerangan jalan merupakan kebutuhan masyarakat yang akan berdampak pada keselamatan, keamanan serta pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami dukung setiap program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. PJU yang memadai akan meningkatkan rasa aman, memperlancar mobilitas warga serta mendorong aktivitas ekonomi. Terutama di wilayah pedesaan dan kawasan Garut Utara,” kata Holil, Selasa (4/8/2026).

Dia menambahkan, proyek yang di rencanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) perlu di kawal secara terbuka. Dengan begitu tidak menimbulkan persoalan fiskal di masa mendatang.

Kata Holil, masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai dasar perencanaan, hasil studi kelayakan, kemampuan keuangan daerah serta manfaat ekonomi yang akan di peroleh di bandingkan dengan beban anggaran yang harus di bayarkan setiap tahun.

Selain itu, meminta Pemkab Garut melakukan evaluasi terhadap pengelolaan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) atas Tenaga Listrik yang sebelumnya di kenal sebagai Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

“Kita perlu mengetahui secara terbuka berapa penerimaan PBJT setiap tahun, bagaimana alokasi penggunaan dan sejauh mana manfaat telah di rasakan masyarakat. Evaluasi tersebut penting agar kebijakan baru benar-benar di dasarkan pada data dan kebutuhan riil daerah,” imbuhnya.

Sebagai bentuk dukungan yang konstruktif, PM Gatra menyampaikan beberapa rekomendasi kepada Pemkab Garut.

  1. Membuka hasil feasibility study dan kajian kemampuan fiskal kepada publik.
  2. Menyampaikan secara transparan proyeksi biaya, manfaat dan jangka waktu KPBU.
  3. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas penggunaan penerimaan PBJT atas Tenaga Listrik.
  4. Memprioritaskan pembangunan PJU di wilayah yang masih minim penerangan, memiliki tingkat kecelakaan tinggi serta menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
  5. Melibatkan DPRD, akademisi dan unsur masyarakat dalam proses pengawasan agar pelaksanaan proyek berjalan akuntabel.

BACA JUGA:

HUT ke-75 IBI, Ini Pesan Dinkes Garut

Holil menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak hanya di ukur dari besarnya nilai investasi. Namun juga dari manfaat yang di rasakan masyarakat dan kemampuan daerah untuk menjaga keberlanjutan pembiayaannya.

“Kami ingin menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah. Kami dukung program Garut Caang selama di laksanakan secara transparan, berdasarkan kajian yang matang serta benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” katanya.

“Dengan tata kelola yang baik, pembangunan akan menjadi investasi bagi masa depan, bukan menjadi beban bagi generasi berikutnya,” pungkas Holil.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru