spot_imgspot_img
Jumat 24 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ribuan Santri Padati Jalanan Kota Tasikmalaya, Pawai Ta’aruf PORSADIN 2026 Jadi Sorotan

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ribuan santri dan guru Madrasah Diniyah se-Kota Tasikmalaya memadati jalanan dalam gelaran Pawai Ta’aruf Pekan Olahraga Seni Antar Diniyyah (PORSADIN) 2026. Ajang tahunan ini resmi bergulir, Jumat (24/7/2026) sore.

Pemerintah kota dan Kementerian Agama mengawal langsung pelepasan peserta pawai dari Halaman Kantor Balekota Tasikmalaya. Kabag Kesra Setda Kota Tasikmalaya H. Asep Dudi, Kepala Kemenag H. Agus Bukhori, serta Ketua FKDT H. Ahmad Syafei memimpin prosesi pengibaran bendera start.

Baca Juga: BI dan Pemkab Tasikmalaya Bersinergi, JAYANTARA 2026 Dorong UMKM Lebih Produktif dan Digital

Iring-iringan kendaraan roda dua dan roda empat para peserta bergerak tertib menuju pusat kegiatan di Kampus STIA, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kawalu. Suara yel-yel dan kibaran atribut madrasah menyedot perhatian serta antusiasme warga di sepanjang rute.

Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmilyah (FKDT) Kota Tasikmalaya, H. Ahmad Syafei, menyebut konvoi ini sebagai pembuka rangkaian PORSADIN 2026 tingkat Kota Tasikmalaya.

“Tujuan utama kami sederhana. Memberi ruang bagi santri untuk menyalurkan bakat di bidang seni dan olahraga, sekaligus mempererat silaturahmyi antar madrasah di Kota Tasikmalaya,” ungkap Ahmad Syafei Jumat (24/7/2026).

Ahmad Syafei menekankan bahwa PORSADIN memegang peran strategis dalam menggembleng karakter, kedisiplinan, serta semangat kerja sama tim para santri saat berlaga.

“Dari Porsadin ini, kita mampu menggali potensi santri sekaligus nilai-nilai keagamaan termasuk mengembangkan bakat, serta membangun prestasi generasi Santri,” ujar Ahmad Syafei.

Bukan Sekedar Mengupas Pendidikan Keagamaan

Kabag Kesra Setda Kota Tasikmalaya, H. Asep Dudi, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan acara ini. Asep kemudian menilai Madrasah Diniyah berhasil membuktikan posisinya sebagai lembaga pembinan bakat olahraga dan seni, tidak sekadar mengupas pendidikan keagamaan.

“Sekolah Diniyah juga membentuk mental, akhlak, seni, dan olahraga untuk menjaga kesehatan. Ini penting agar lahir generasi yang seimbang, cerdas secara ilmu dan kuat secara fisik,” ungkapnya.

Asep menggarisbawahi bahwa kegiatan ini mendukung penuh program prioritas pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Tasik Religius.

“Ini sejalan dengan program prioritas Kota Tasikmalaya yaitu Tasik Religius. Kita ingin anak-anak kita tumbuh dengan fondasi agama yang kuat dan prestasi akademik dan non akademik yang membanggakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya H. Agus Bukhori mendorong para peserta untuk menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung.

“Kami ingin para peserta menjunjung tinggi sportifitas. Terlebih berlomba dengan jujur, menang dengan rendah hati, kalah dengan lapang dada,” ujar H. Agus Bukhori.

Agus berharap ajang PORSADIN tahun ini mampu melahirkan atlet dan seniman muda potensial yang siap mewakili Kota Tasikmalaya ke tingkat Provinsi Jawa Barat.

Penyelenggara memperlombakan beragam cabang olahraga dan seni, mulai dari pencak silat, atletik, kaligrafi, pidato, hingga qasidah. Melalui persaingan yang sehat, PORSADIN 2026 siap mencetak generasi muda Tasikmalaya yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru