spot_imgspot_img
Rabu 22 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Batik Tasikmalaya Dilirik Universitas Malaysia

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menerima kunjungan istimewa delegasi dari Universiti Teknologi Mara (UTM) Malaysia di Gedung Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK), Jalan Letjen Mashudi Cibeureum, Selasa (21/7/2026).

Kedatangan tamu tersebut dalam rangka menjajaki kerja sama strategis dalam penelitian dan pengembangan batik berbahan dasar recycle.

BACA JUGA:

Bukan Sekadar KKN, Ribuan Mahasiswa Ini Punya Misi Menuntaskan Masalah Sampah di Tasikmalaya

Rombongan delegasi di sambut Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan bersama Kepala Dinas Koperasi UMKM, Sofian Zaenal Mutaqien, Kadis Kominfo Amran Saefullah, Kadis Lingkungan Hidup Sandi Lesmana.

Kunjungan tersebut sebagai wujud kolaborasi budaya dan transfer pengetahuan terkait sejarah, filosofi dan teknik pembuatan batik sekaligus membangun kerja sama internasional.

Viman mengatakan, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan batik Tasikmalaya ke kancah internasional. Pengenalan tidak hanya sebatas nilai sejarah dan budaya, tetapi juga potensi ekonomi dan pengembangan produksi.

“Selama ini batik Tasik di kenal karena motif dan filosofinya. Melalui kolaborasi ini kita ingin mengangkat juga sisi ekonominya. Bagaimana batik bisa menjadi produk yang berdaya saing, ramah lingkungan dan memberi dampak ekonomi yang baik terhadap para pengrajin,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan.

Selain membahas potensi pengembangan industri batik, pertemuan itu juga menyinggung peluang kerja sama di bidang ekonomi kreatif, perguruan tinggi dan riset.

“Kami berharap kolaborasi dan kerja Internasional yang terjalin bisa di rasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Khususnya para pelaku UMKM dan akademisi di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

“Kita tentu terbuka untuk menjalin kerja sama yang saling menguntungkan. Baik itu riset bersama, pertukaran mahasiswa maupun pengembangan produk industri kreatif daerah. Tujuannya satu, bagaimana ekonomi kreatif di Tasikmalaya bisa naik kelas dan pengrajinnya semakin sejahtera,” Viman menambahkan.

Dia mengaku, melalui penelitian filosofi batik dan kerja sama, produk-produk kreatif dari Tasikmalaya. Khususnya industri batik bisa semakin di kenal dan mampu go internasional. Dengan begitu, pemasarannya bisa semakin luas dan meningkat.

Gedung PPIK Kota Tasikmalaya sebagai lokasi pertemuan delegasi penting itu, karena menjadi pusat pengembangan industri kreatif di Tasikmalaya.

BACA JUGA:

Guru PAUD Tasikmalaya Dibekali Cara Baru Menanamkan Disiplin dan Kemandirian pada Anak

Di tempat ini para pengrajin batik bisa mendapat pendampingan, pelatihan hingga akses pasar.

Viman Alfarizi berharap, industri batik Tasikmalaya bisa menjadi pelopor batik yang berkelanjutan. Selain menjaga warisan budaya dan filosofinya, inovasi ini juga untuk menjawab tantangan isu lingkungan.

Viman menyebutkan, Jika kolaborasi lintas negara seperti ini terus di kembangkan dan di perkuat melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah dan pengrajin, maka batik Tasikmalaya tidak hanya sebagai ikon dan dan ciri khas. Nmaun menjadi potensi lokal yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Assistent Vice -Chencellor Entrepreneurship Development Universiti Teknologi Mara Malaysia, Badrul Isa mengaku senang berkunjung ke Kota Tasikmalaya.

Dia menilai, daerah ini memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan industri kreatif batik.

Ia menuturkan, industri batik perlu mendapat dukungan dalam pengembangannya. Sehingga dapat memiliki dampak ekonomi yang menjanjikan.

BACA JUGA:

Tembus Bukit dan Jalan Terjal, Kodim 0612/Tasikmalaya Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Door to Door di Parungponteng

“Saya melihat produk batik dari Tasikmalaya permintaan pasarnya sudah cukup luas. Baik domestik maupun global terus meningkat. Namun ia mengingatkan agar pengembangannya tidak mengabaikan aspek kelestarian lingkungan,” katanya.

Menurutnya, Batik Tasikmalaya punya nilai ekonomi bagus. Tapi kita juga harus jaga kelestarian alam.

“Kami berkunjung ke sini sangat tertarik meneliti produksi batik dengan bahan recycle dari limbah bisa menghasilkan sesuatu yang memiliki ciri khas serta bernilai ekonomi,” ujarnya.

Pihaknya berharap, kunjungan ini menjadi awal kerja sama yang baik dan kuat antara UTM Malaysia dan Pemkot Tasikmalaya.

“Harapannya, ada pendidikan untuk para pengrajin, transfer ilmu dan tetap menjaga kelestarian lingkungan untuk masa depan anak cucu kita nanti. Kerajinan batik di sini sudah memiliki nilai budaya yang tinggi. Tinggal di kuatkan dari sisi inovasi dan kerja sama,” paparnya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru