TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat resmi melepas 1.120 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari 8 perguruan tinggi se-Tasikmalaya Raya, Senin (21/7/2026).
Pelepasan ribuan agen perubahan tersebut berlangsung meriah di Lapangan Upacara Kampus Universitas Perjuangan (Unper). Jajaran pemerintah daerah, para rektor, dosen, hingga camat turut menghadiri acara ini.
Sebanyak 903 mahasiswa Unper menyebar di 9 kecamatan dan 69 desa di Kabupaten Tasikmalaya. Sementara itu, sisanya mengabdi di wilayah Kecamatan Cibunigeulis Bungursari, Kota Tasikmalaya.
Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat, Dr. Lukman, menjelaskan bahwa KKN tahun ini mengusung isu strategis daerah. Mahasiswa akan fokus mengawal dua program utama, yakni Sampah Tuntas dan Ekonomi Sirkular.
“Mahasiswa diharapkan menjadi agen dan penggerak perubahan di tengah-tengah masyarakat. Ia diharapkan dapat merubah mindset masyarakat, bahwa sampah bukan sesuatu yang menjijikkan, tapi bisa dikelola sehingga bisa memiliki nilai rupiah,” ungkap Lukman.
Ia menekankan bahwa regulasi saat ini sudah tidak mengenal konsep pembakaran sampah atau sekadar membuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Target utamanya, masyarakat harus mampu mengelola sampah secara mandiri dari skala rumah tangga.
“Mahasiswa KKN ini, harus mampu mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas di lingkungan masyarakat. Pilah dari rumah, bisa menjadi inovatif untuk mengolah jadi sesuatu sehingga mampu memberikan bermanfaat,” ujarnya.
Program Ekonomi Sirkulat
Mengenai program ekonomi sirkular, mahasiswa siap mendampingi penguatan UMKM agar usaha warga memiliki nilai tambah dan berdikari.
“Targetnya, usaha ekonomi masyarakat betul-betul memiliki nilai lebih. Bukan hanya jualan, tapi produknya bisa berkembangnya serta naik kelas,” paparnya.
Dr. Lukman juga berpesan agar seluruh peserta KKN selalu menjaga etika dan moral selama menjalankan program pengabdian di tengah masyarakat.
“Keberhasilan KKN bukan dilihat seberapa lama pengabdian, tetapi seberapa besar perubahan yang ada di masyarakat,” jelasnya.
Sekda Kota Tasikmalaya Asep Goparulloh menyambut positif pergerakan KKN Tematik ini. Pihaknya mendorong mahasiswa bersinergi dengan program prioritas Pemkot, seperti Tasik Pintar dan Tasik Resik.
“Program tematik dalam KKN dengan fokus dalam pengelolaan sampah harus dari hulu sampai hilir, dan ini sesuai dengan program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot); yakni Tasik Pintar dan Tasik Resik,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan masalah sosial di daerah.
“KKN ini bukan hanya kegiatan seremonial untuk mendapatkan kelulusan mahasiswa, tapi menjadi saudara pengabdian nyata seluruh mahasiswa untuk menciptakan perubahan serta kemajuan daerah,” ujarnya.
Adapun delapan kampus yang menerjunkan mahasiswanya meliputi Unper, Unsil, UMTAS, Universitas Mandiri, STIKes BTH, STIE Latifah Mubarokiyah, STHG, dan Politeknik Triguna.
Melalui sebaran lokasi yang luas, LLDIKTI IV optimistis kehadiran mahasiswa memberikan dampak nyata serta meninggalkan perubahan perilaku positif di tengah warga.
(Seda)



