spot_imgspot_img
Selasa 21 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkot Bandung Percepat Pemasangan PJU, Pengamat Ingatkan Bukan Solusi Tunggal Cegah Begal

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemkot Bandung berencana menggenjot pengadaan dan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah titik rawan. Langkah cepat ini bertujuan menyisir area gelap yang kerap meresahkan masyarakat akibat ancaman tindak kriminal.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menilai penerangan jalan memang memegang peran vital dalam menekan angka kejahatan.

Baca Juga: Rektor UPI Sebut Probidik GemaJabar itu Panggilan Jiwa Mahasiswa Kependidikan

Ia menyebutkan bahwa riset ilmiah berskema Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED) membuktikan dampak positif pencahayaan memadai terhadap keamanan publik.

“Peningkatan penerangan jalan umum (PJU) memang merupakan salah satu strategi pencegahan kejahatan yang didukung berbagai penelitian melalui pendekatan Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED). Sejumlah studi menunjukkan bahwa pencahayaan yang baik dapat mengurangi peluang terjadinya tindak kriminal karena meningkatkan visibilitas, pengawasan alami, dan rasa aman masyarakat,” kata Kristian pada Selasa (21/7/2026).

Meski begitu, Kristian menggarisbawahi bahwa penerangan jalan bukanlah obat tunggal untuk memberantas aksi kejahatan jalanan seperti begal. Menurutnya, faktor ekonomi, lemahnya pengawasan, hingga pergerakan kelompok terorganisasi turut memicu kejahatan.

“Namun demikian, secara ilmiah PJU bukan solusi tunggal terhadap kasus begal. Begal terpengruh oleh banyak faktor, mulai dari kondisi ekonomi, lemahnya pengawasan, hingga keberadaan kelompok pelaku yang terorganisasi. Karena itu, pemasangan PJU seharusnya menjadi bagian dari strategi yang sudah ada dalam rancangan sebelumnya, bukan semata respons terhadap meningkatnya perhatian publik,” jelasnya.

Kebijakan Berbasis Data

Kristian mengimbau Pemkot Bandung agar merancang kebijakan secara matang berbasis data, bukan sekadar respons reaktif atas kehebohan publik. Ia menyarankan pemanfaatan crime mapping dan analisis risiko dalam menentukan prioritas lokasi lampu jalan.

“Jika mempercepat pelaksanaan baru setelah kasus begal mencuat, maka hal tersebut perlu evaluasi sebagai bagian dari proses pengambilan kebijakan. Pemerintah idealnya menggunakan data kriminalitas, pemetaan wilayah rawan (crime mapping), serta analisis risiko sebagai dasar penentuan prioritas pembangunan, sehingga kebijakan bersifat preventif, bukan reaktif,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui keberadaan titik-titik rawan yang minim pencahayaan. Pemkot Bandung kini memplot anggaran untuk mempercepat pembenahan PJU, termasuk menargetkan penuntasan seluruh lampu di Jalan Soekarno-Hatta pada triwulan IV 2026.

Farhan menyoroti kawasan Jalan Soekarno-Hatta, flyover, hingga Kiaracondong sebagai lokasi yang membutuhkan penanganan mendesak.

“Saya juga setiap malam sangat khawatir terutama di Jalan Soekarno-Hatta, termasuk kawasan flyover dan sekitarnya. Itu salah satu titik yang rawan, demikian juga kawasan Kiaracondong. Bahkan saya sendiri pernah ikut mengamankan kelompok pelaku begal di wilayah tersebut,” kata Farhan.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru