BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat proses pengadaan dan pemasangan penerangan jalan umum (PJU). Langkah tegas ini bertujuan untuk memangkas titik-titik jalan remang yang kerap kali memicu potensi aksi kriminalitas jalanan.
Pemkot mematok target agar pengerjaan fisik pemasangan lampu jalan ini mulai mengudara pada triwulan ketiga hingga triwulan keempat tahun 2026.
Baca Juga: Harga Sayuran di Kota Bandung Melonjak hingga Dua Kali Lipat, Pedagang Keluhkan Omzet Turun
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan membeberkan bahwa jajarannya tengah merapikan penyusunan anggaran pengadaan PJU. Pihaknya sengaja menahan diri untuk tidak mempublikasikan program ini secara prematur sebelum seluruh dokumen administrasi benar-benar siap.
“Kalau soal jalan yang gelap, saya akui kita memang sedang mengolah anggaran sedemikian rupa agar bisa segera terang benderang kembali. Karena itu saya belum berani mengumumkan program khusus sampai pengadaannya benar-benar siap berjalan,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (20/7/2026).
Farhan mengakui bahaya yang mengintai di sejumlah ruas jalan Kota Bandung akibat minimnya fasilitas penerangan. Masalah ini menyedot perhatian serius lantaran bersinggungan langsung dengan keselamatan warga saat melintas di malam hari.
Ia menjelaskan bahwa dirinya memilih untuk merombak ulang skema penganggaran PJU begitu resmi menjabat sebagai Wali Kota. Langkah re-alokasi ini diambil agar eksekusi di lapangan berjalan lebih efektif serta selaras dengan program pemerintah pusat dan Pemprov Jawa Barat.
“Saya susun ulang. Pelaksanaannya baru dimulai pada triwulan ketiga dan keempat tahun ini. Tahun ini harus berjalan,” tegasnya.
Pembagian Tugas Antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar
Farhan menguraikan bahwa Pemkot tidak bisa melangkah sendiri dalam merampungkan pemasangan PJU di seluruh penjuru kota. Pasalnya, status kepemilikan dan kewenangan jalan di Kota Bandung terbagi antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kota.
“Kita sedang berbagi tugas. Mana lampu yang ditangani pemerintah pusat, mana yang ditangani provinsi, dan mana yang menjadi tanggung jawab pemerintah kota. Memang ada proses negosiasi administrasi sehingga membutuhkan waktu,” ucapnya.
Ia menempatkan kawasan koridor Jalan Soekarno-Hatta sebagai prioritas utama perbaikan penerangan jalan tahun ini. Farhan menargetkan seluruh lampu di sepanjang jalur sibuk tersebut sudah menyala terang benderang pada triwulan keempat tahun 2026.
“Saya juga setiap malam sangat khawatir terutama di Jalan Soekarno-Hatta, termasuk kawasan flyover dan sekitarnya. Itu salah satu titik yang rawan. Demikian juga kawasan Kiaracondong. Bahkan saya sendiri pernah ikut mengamankan kelompok pelaku begal di wilayah tersebut,” ungkapnya.
Selain menyisir jalan protokol, Pemkot Bandung juga akan merangkul pengelola Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Kerjasama ini berfokus pada pembenahan sistem penerangan di area ring luar stadion yang menjadi pusat kegiatan warga pada akhir pekan.
“Kita akan duduk bersama menentukan mana yang lebih efektif, apakah menggunakan sistem smart PJU milik kota atau menjadi bagian dari sistem pencahayaan stadion. Yang jelas kawasan itu juga menjadi perhatian karena aktivitas masyarakat cukup tinggi,” ujarnya.
Farhan menaruh harapan besar agar akselerasi pemasangan PJU ini mampu menyokong jajaran kepolisian dalam menekan angka kejahatan malam. Penerangan yang memadai akan mengembalikan rasa tenang bagi warga maupun pelancong yang berkunjung ke Kota Bandung.
“Target kami bukan hanya membuat jalan menjadi terang, tetapi juga mengembalikan rasa aman masyarakat sehingga warga maupun pengunjung Kota Bandung dapat beraktivitas dengan nyaman,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



