TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kubangan lumpur, jalan berlubang, dan ancaman tanah longsor menjadi makanan sehari-hari bagi warga Tasikmalaya Selatan. Kondisi buruk ini membuat infrastruktur jalan di wilayah tersebut kembali memanen sorotan tajam.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kini secara terbuka menagih komitmen nyata dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkait rencana perbaikan jalan menuju Kecamatan Taraju. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi berharap agar janji politik sang Gubernur tidak menguap begitu saja.
Akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga tersebut kini kondisinya kian memprihatinkan. Pemkab meminta Pemprov Jabar segera bergerak agar masyarakat tidak terus-menerus bertaruh nyawa.
“Kan kata Pak Gubernur jalan ke Taraju mau diperbaiki. Mudah-mudahan saenggalna (secepatnya),” ujar Asep Sopari, Minggu (19/7/2026).
Laporan di lapangan menunjukkan titik paling parah dan mengerikan berada di Kampung Cisaat, Desa Deudeul, Kecamatan Taraju. Jalur ini masuk dalam zona merah rawan bencana karena karakternya yang labil kerap memicu pergeseran tanah dan ambles saat hujan deras.
Secara keseluruhan, bentangan jalan kabupaten yang rusak di wilayah ini tergolong cukup panjang. Sepanjang dua kilometer di antaranya masuk dalam kategori rusak berat yang memerlukan penanganan teknis khusus, bukan sekadar tambal sulam biasa.
Ironi Besar di Balik Jalur Taraju yang Luluh Lantak
Melihat kondisi yang kian kritis, Wakil Bupati Asep Sopari baru-baru ini turun langsung meninjau lokasi. Ia menggandeng Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Nuryakin yang juga merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) VII.
Kecamatan Taraju sebenarnya menyimpan ironi besar di balik jalurnya yang luluh lantak. Wilayah ini mengantongi potensi luar biasa sebagai destinasi wisata alam berkat hamparan kebun teh yang asri memanjakan mata.
Sayangnya, potensi ekonomi yang menjanjikan itu layu sebelum berkembang akibat akses transportasi yang hancur. Asep Sopari meminta masyarakat sedikit lebih bersabar selagi pemerintah daerah mengawal realisasi anggaran dari Pemprov Jabar.
Senada dengan Wakil Bupati, Ketua Komisi II DPRD, Cecep Nuryakin memberikan pernyataan menohok. Ia menegaskan bahwa janji yang sudah meluncur ke telinga rakyat wajib segera terwujud.
“Pokona kudu jadi (pokoknya harus jadi)!” tegas Cecep.
Masyarakat Tasikmalaya tentu masih mengingat momen kunjungan kerja beberapa waktu lalu. Di hadapan ribuan warga, Gubernur Dedi Mulyadi sempat berjanji akan membantu pengaspalan jalur utama Taraju.
Kini, setelah waktu terus berjalan, warga Taraju, Bojonggambir, dan Sodonghilir menagih pembuktian dari janji manis tersebut. Masyarakat tidak butuh retorika panggung, mereka hanya mendambakan jalan mulus untuk mobilitas sehari-hari.
(Abdul Latif)



