spot_imgspot_img
Minggu 19 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Prancis vs Inggris Berebut Posisi Ketiga Piala Dunia 2026, Deschamps Jalani Laga Terakhir

INTERNASIONAL,FOKUSJabar.id: Meskipun tidak memperebutkan trofi juara, pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia FIFA 2026 tetap memikat perhatian para pencinta sepak bola. Prancis dan Inggris akan saling berhadapan pada Sabtu, 18 Juli 2026, di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Amerika Serikat, demi menutup turnamen di posisi ketiga.

Pertemuan kedua tim raksasa ini bergulir sehari sebelum partai final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina. Publik menilai duel ini tetap krusial karena mempertaruhkan gengsi dua negara besar sepak bola dunia, sekaligus menjadi kesempatan pamungkas bagi para pemain untuk menunjukkan performa terbaik.

Bukan sekadar hasil akhir, laga Prancis kontra Inggris juga menyajikan sejumlah cerita menarik. Pertandingan ini mengiringi momen perpisahan Didier Deschamps bersama Timnas Prancis, upaya kebangkitan Inggris, hingga persaingan sengit memperebutkan gelar Golden Boot.

Prancis terlempar ke perebutan posisi ketiga setelah harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-2 pada babak semifinal. Sementara itu, Inggris gagal mengamankan tiket final usai kalah tipis 1-2 dari Argentina dalam laga empat besar.

Bagi Les Bleus, pertandingan ini mengusung makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar menentukan peringkat akhir. Duel melawan Inggris menjadi panggung terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Timnas Prancis setelah mengabdi selama hampir 14 tahun dan mempersembahkan berbagai trofi bergengsi.

Meski bukan partai final, Deschamps menegaskan bahwa timnya memikul tanggung jawab besar untuk memberikan penampilan terbaik hingga peluit akhir.

“Ini bukan pertandingan final, tetapi kami memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri dan untuk mewakili Prancis dengan cara sebaik mungkin,” kata Deschamps saat konferensi pers menjelang laga.

Fokus Duel Menghadapi Prancis

Bek Prancis, Ibrahima Konaté turut menyuarakan semangat serupa. Ia menegaskan seluruh pemain ingin mempersembahkan kemenangan manis sebagai hadiah perpisahan bagi sang pelatih.

“Kami ingin memenangkannya untuknya,” tegas Konaté.

Di kubu lawan, Inggris mengusung tekad kuat untuk menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil positif. Pelatih Thomas Tuchel memilih untuk tidak larut dalam kekecewaan pascakekalahan di semifinal dan kini mengalihkan fokus sepenuhnya pada duel menghadapi Prancis.

“Saya tidak memiliki penyesalan,” ujar Tuchel menjelang pertandingan.

Ia juga memastikan bahwa skuad The Three Lions tidak akan menghabiskan waktu untuk saling menyalahkan atas kegagalan lalu, melainkan berjuang bangkit demi meraih kemenangan di laga penutup ini.

Bek Inggris, John Stones mengakui kekalahan dari Argentina masih menyisakan kekecewaan mendalam di dalam tim. Meski demikian, para pemain mematok target bangkit dan mengakhiri kiprah mereka di Piala Dunia FIFA 2026 dengan performa yang jauh lebih baik.

Selain menentukan predikat juara ketiga, pertandingan ini juga berpotensi memanaskan persaingan peraih gelar Golden Boot. Panitia tetap menghitung setiap gol yang tercipta dalam laga ini ke dalam daftar pencetak gol terbanyak turnamen.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi sejumlah pemain top. Termasuk Kylian Mbappé dan jajaran penyerang Inggris, untuk menambah koleksi gol mereka sebelum Piala Dunia FIFA 2026 resmi berakhir.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru