spot_imgspot_img
Minggu 19 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan 904 Ribu Liter Air Bersih ke 9 Desa Terdampak Kekeringan

BEKASI,FOKUSJabar.id: BPBD Kabupaten Bekasi terus mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air. Kemarau berkepanjangan memicu krisis ini, sehingga petugas harus bergerak cepat menggandeng sejumlah pihak demi memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Pemerintah Kabupaten Bekasi merangkul Palang Merah Indonesia (PMI), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta beberapa kawasan industri. Mereka bahu-membahu mendistribusikan pasokan air ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan.

Baca Juga: 20 Tahun Tsunami Pangandaran, Begini Kisah Perumahan Penyintas yang Berdiri di Bekas Rawa

Kolaborasi ini menyasar sembilan desa yang berada di empat kecamatan. Tim gabungan terus mengirimkan armada bantuan secara bertahap seiring bertambahnya lokasi yang mengalami krisis air bersih selama musim kemarau ini.

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi hingga Jumat, 17 Juli 2026, pukul 22.00 WIB, menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan. Petugas mencatat ada 39 titik kekeringan yang tersebar di sembilan desa pada empat kecamatan, yakni Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, dan Pebayuran.

Bencana kekeringan ini memukul kehidupan sekitar 4.929 kepala keluarga (KK) atau setara 13.985 jiwa. Mereka kini menggantungkan kebutuhan domestik sehari-hari pada pasokan bantuan air bersih.

Kecamatan Cibarusah menghadapi tekanan berat dengan 10 lokasi terdampak kekeringan. Sebanyak sembilan titik berada di Desa Ridogalih, sedangkan satu titik lainnya melanda Desa Cibarusah Jaya.

904.00 Liter Air untuk Masyarakat

Kecamatan Serang Baru juga mencatatkan sembilan titik kekeringan. Sebaran area tersebut meliputi delapan titik di Desa Nagasari dan satu titik di Desa Sukasari.

Wilayah Kecamatan Bojongmangu turut menjadi daerah dengan sebaran kekeringan yang cukup luas. Di kawasan ini, satu titik berada di Desa Sukamukti, satu titik di Desa Sukabungah, enam titik di Desa Medalkrisna, serta sembilan titik di Desa Karang Indah.

Selain ketiga wilayah tersebut, krisis air bersih juga menjalar ke Kecamatan Pebayuran. BPBD mengonfirmasi ada tiga titik kekeringan yang mendera warga di Desa Karangsegar.

Hingga Jumat, 17 Juli 2026, tim gabungan telah berhasil menggelontorkan total 904.000 liter air bersih kepada masyarakat. Capaian ini merupakan buah dari kerja sama solid berbagai instansi pemerintah dan pihak swasta yang peduli pada penanganan dampak kemarau.

Secara rinci, pasokan air tersebut berasal dari BPBD Kabupaten Bekasi sebanyak 590.000 liter, PMI menyumbang 250.000 liter, Deltamas mengucurkan 33.000 liter, PT Hyundai mengirim 3.000 liter, serta BBWS memasok 28.000 liter.

Pihak swasta dan instansi sosial memastikan penyaluran bantuan ini masih terus berjalan. Pada Sabtu, 18 Juli 2026, PMI Pusat kembali memperkuat armada bantuan dengan mengirimkan 20.000 liter air bersih ke lokasi bencana.

Bukan hanya air bersih, PMI Pusat juga menyertakan fasilitas penunjang berupa dua unit tandon air berkapasitas 5.000 liter dan dua unit tandon berkapasitas 2.000 liter. Mereka juga membagikan 200 jerigen serta 100 ember untuk meringankan beban warga Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru