BANDUNG,FOKUSJabar.id: Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Semester I 2025 menempatkan Kecamatan Bojongloa Kaler sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online (judol) terbanyak di Kota Bandung.
Bahkan, kawasan tersebut menembus peringkat ke-10 secara nasional dengan total mencapai 5.090 pemain.
Baca Juga: PPDB Bandung 2026 Berakhir, Seluruh Sekolah Negeri Penuh, Ribuan Siswa Beralih ke Swasta
Catatan riwayat PPATK menunjukkan bahwa total nilai transaksi deposit dari para pemain judol di Kecamatan Bojongloa Kaler tersebut menyentuh angka fantastis, yakni Rp22,3 miliar.
Merespons temuan tersebut, Camat Bojongloa Kaler, Asmara Hadi, membenarkan validitas data rilis PPATK itu. Menurut pandangannya, berbagai faktor kompleks melatarbelakangi tingginya angka pemain judi online di wilayahnya dan tidak memicu satu penyebab tunggal saja.
“Betul, berdasarkan data PPATK, Kecamatan Bojongloa Kaler tercatat berada di urutan ke-10 nasional sebagai wilayah dengan jumlah pemain judi online terbanyak, yakni sebanyak 5.090 orang. Di Kota Bandung, Bojongloa Kaler menjadi kecamatan dengan jumlah pemain tertinggi,” kata Asmara Hadi, Jumat (17/7/2026).
Faktor Kerentanan Ekonomi
Asmara menganalisis bahwa kepadatan penduduk yang tinggi, kemudahan akses internet, serta peningkatan literasi digital memicu lonjakan angka tersebut.
Selain itu, faktor kerentanan ekonomi masyarakat perkotaan turut membuat sebagian orang gampang tergiur mencari keuntungan instan lewat jalur kilat judol.
Asmara menegaskan bahwa langkah penanganan judol wajib berjalan secara menyeluruh. Pihaknya tidak bisa hanya membebankan masalah besar ini pada pundak pemerintah kecamatan semata.
Bagi Asmara, persoalan sistemik ini menjadi tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi erat lintas sektor. Mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat penegak hukum, hingga berbagai lembaga terkait lainnya.
“Upaya penanganannya harus dilakukan secara terpadu melalui pembinaan mental, spiritual, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi menjadikan judi online sebagai jalan pintas untuk memperoleh penghasilan,” katanya.
Merujuk pada Peta Episentrum PPATK Semester I 2025, Kabupaten Bogor menduduki peringkat pertama nasional dengan 103.092 pemain dan nilai deposit sebesar Rp414,4 miliar.
Jakarta Barat menyusul pada posisi berikutnya dengan 89.320 pemain (transaksi Rp606,6 miliar), kemudian Jakarta Timur dengan 81.750 pemain (transaksi Rp425,9 miilar).
Sementara itu, Kota Bandung secara keseluruhan mengantongi catatan 80.549 pemain judi online dengan akumulasi nilai transaksi deposit mencapai Rp341,7 miliar.
Untuk level kecamatan, Bojongloa Kaler bertengger di urutan ke-10 nasional lewat 5.090 pemain dan nilai deposit Rp22,3 miliar.
Posisi Bojongloa Kaler berada tepat di bawah Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, yang mencatatkan 5.910 pemain dengan nilai transaksi Rp21,2 miliar.
Adapun peringkat pertama nasional jatuh pada Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, yang mencatat angka luar biasa sebesar 21.497 pemain dengan nilai transaksi deposit Rp137,8 miliar.
(Yusuf Mugni)



