DEPOK,FOKUSJabar.id: Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok menggulirkan Program Pelatihan Content Creator 2026. Lewat program ini, instansi tersebut tidak sekadar membekali para peserta dengan keahlian memproduksi konten digital, melainkan juga merancang kurikulum agar mereka mampu menangkap berbagai peluang ekonomi di era digital.
Melalui kurikulum yang mengikuti derap perkembangan industri kreatif dan pemasaran digital, program ini menyiapkan peserta agar menguasai kompetensi yang relevan dengan kebutuhan perusahaan maupun dunia kerja masa kini. Materi pelatihan merangkum aspek teknis hingga strategi jitu pengembangan bisnis digital.
Baca Juga: Bukan Cuma Gelar Pangan Murah, Lucky Hakim Siap Amankan Pasokan Air Irigasi untuk Petani Indramayu
Tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan semata, pelatihan ini juga membuka pintu bagi peserta untuk mendulang penghasilan secara mandiri melalui berbagai platform digital, termasuk program affiliate yang kini sedang naik daun.
Pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Digitalindo Solusi Indonesia, Yunita, menegaskan bahwa timnya telah menyusun seluruh materi pelatihan berdasarkan kebutuhan ril industri. Proses pembelajaran tidak melulu berfokus pada kemampuan memproduksi konten, melainkan juga memperkuat strategi pemasaran digital yang menjadi incaran perusahaan saat ini.
“Peserta belajar mulai dari riset pasar, branding, editing konten menggunakan CapCut dan Canva, hingga memahami karakteristik berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Shopee,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Selain materi dasar tersebut, para peserta juga melahap pembelajaran mengenai Google Adsense, Google Business, teknik tagging, tata kelola akun seller, hingga program affiliate. Pemateri menyajikan seluruh materi tersebut agar peserta memiliki modal kuat yang selaras dengan perkembangan industri digital hari ini.
Yunita menjelaskan, kehadiran materi affiliate untuk platform TikTok dan Shopee memungkinkan peserta meraup penghasilan. Meskipun mereka belum memiliki produk sendiri untuk mereka jual. Dengan memanfaatkan fitur tersebut, mereka tetap bisa mendatangkan uang melalui konten digital kreasi sendiri.
“Dengan memanfaatkan program affiliate, mereka sudah bisa menghasilkan pendapatan dari konten digital yang dibuat,” jelasnya.
Fasilitasi Sertifikasi BNSP dan Jaminan Penyaluran Kerja
Setelah menuntaskan seluruh rangkaian kelas, para peserta wajib menempuh uji kompetensi sebagai tahapan pemungkas. Peserta yang berhasil memenuhi standar baku akan mengantongi sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikat sebagai bukti keahlian sahih di bidang content creator.
Lembaga penyelenggara juga tidak akan memutus pendampingan begitu saja setelah masa pelatihan berakhir. LPK Digitalindo Solusi Indonesia berkomitmen membantu mempertemukan para lulusan dengan perusahaan yang sedang berburu tenaga content creator. Sekaligus memantau perkembangan karier alumni selama satu tahun ke depan.
“Kami akan merekomendasikan peserta pelatihan ini kepada perusahaan yang sedang membutuhkan content creator. Seperti peserta pelatihan angkatan tahun 2025, alhamdulillah banyak peserta yang sudah bekerja,” tambahnya.
“Yang pasti, para peserta harus mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan serap seluruh ilmu dari para trainer. Terlebih penting paastikan lulus uji kompetensi BNSP agar memiliki nilai tambah saat memasuki dunia kerja,” pungkas Yunita menutup pembicaraan.
(Jingga Sonjaya)



