PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Momentum libur sekolah memberikan dampak luar biasa bagi sektor keuangan daerah. Enam objek wisata unggulan di Kabupaten Pangandaran sukses meraup total pendapatan retribusi fantastis senilai Rp7.246.275.000 sepanjang periode 25 Juni hingga 11 Juli 2026.
Kepala Bidang Retribusi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pangandaran, Bagus, membeberkan bahwa lonjakan arus kunjungan dan pendapatan paling masif meledak saat momen akhir pekan (weekend).
Baca Juga: Warga Kawarasan Pangandaran Antre Air Sumur Tua
“Pendapatan tertinggi tercatat pada Sabtu, 4 Juli 2026 sebesar Rp979.147.000 dalam sehari. Ini bertepatan dengan puncak libur sekolah dan banyaknya event wisata,” ujar Bagus, Minggu (12/7/2026).
Bagus memerinci, Objek Wisata Pantai Pangandaran menasbihkan diri sebagai penyumbang pundi-pundi rupiah terbesar bagi kas daerah dengan torehan Rp4.942.100.000 selama 17 hari masa liburan.
Selanjutnya, Pantai Batukaras mengekor di posisi kedua dengan menyumbang Rp1.158.105.000. Menyusul berturut-turut Pantai Batu Hiu senilai Rp512.340.000, Pantai Madasari Rp266.580.000, destinasi Green Canyon Rp219.550.000, serta Pantai Karapyak sebesar Rp147.600.000.
Bapenda mencatat tiga tanggal emas dengan perolehan omzet harian tertinggi sebagai berikut:
1. Sabtu, 4 Juli 2026: Rp979.147.000
2. Minggu, 5 Juli 2026: Rp778.270.000
3. Sabtu, 27 Juni 2026: Rp673.162.000
Sementara untuk hari-hari biasa (weekday), pergerakan arus rupiah retribusi rata-rata stabil berkisar antara Rp270 juta hingga Rp386 juta per hari.
Bagus menilai capaian spektakuler ini mengembuskan angin segar dan menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi ekosistem pariwisata daerah.
“Pencapaian ini sekaligus menjadi kado istimewa di hari ulang tahun Bupati Pangandaran, Ibu Citra Pitriyami,” tuturnya.
Bagus memprediksi pundi-pundi rupiah dari sektor retribusi pariwisata ini masih akan terus bertambah gemuk mengingat libur sekolah belum sepenuhnya berakhir.
Pihaknya berjanji akan terus mendongkrak kualitas pelayanan dan menyuguhkan beragam event kreatif demi mengunci animo kunjungan para wisatawan.
“Kami imbau pengelola objek wisata menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan agar wisatawan betah dan pendapatan daerah terus meningkat,” pungkasnya.
(Sajidin)



