BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, terpaksa dilarikan ke rumah sakit secara mendadak, Jumat (10/7/2026). Hingga saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih menunggu informasi resmi dari tim dokter terkait kondisi kesehatan maupun penyebab orang nomor satu di Kota Kembang tersebut harus menjalani perawatan intensif.
Berdasarkan pantauan langsung di Balai Kota Bandung, petugas mengevakuasi Farhan dari Ruang Tengah Wali Kota menggunakan brankar menuju mobil ambulans yang telah bersiaga di halaman.
Baca Juga: Farhan: Akibat Kemarau Pasokan Pangan ke Kota Bandung Bisa Terganggu
Saat proses evakuasi berlangsung, Farhan tampak mengenakan kaus putih. Petugas medis juga sudah memasang selang infus serta memberikan bantuan oksigen kepada Wali Kota.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie, mengaku baru menerima kabar mengejutkan tersebut secara mendadak saat dirinya tengah mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bandung.
“Saya juga dapat informasi dadakan. Kebetulan tadi saya sedang ada di rapat paripurna. Ada informasi bahwa Pak Wali sakit. Saat ini beliau sedang dibawa ke rumah sakit. Saya belum tahu beliau sakit apa. Kita menunggu informasi dari dokter yang menangani beliau,” ujar Henryco di Balai Kota Bandung, Jumat (10/7/2026).
Henryco memastikan, tim medis di rumah sakit saat ini sudah memberikan penanganan darurat kepada Farhan. Meski demikian, otoritas pemkot belum menerima keterangan tertulis maupun lisan dari dokter mengenai diagnosis penyakit sang Wali Kota.
“Kita doakan saja beliau cepat sembuh, sehat dan segera pulih kembali, sehingga dapat beraktivitas kembali bersama-sama,” tuturnya.
Sebelumnya Kondisi Fisik Wali Kota Terlihat Bugar
Kabar tumbangnya Farhan terbilang sangat mengejutkan bagi jajaran internal Pemkot Bandung. Sebab, sehari sebelumnya, kondisi fisik Farhan masih terlihat bugar dan ia tetap menjalankan agenda kedinasan seperti biasa.
“Saya kaget baru dapat informasi ini. Kemarin baik-baik saja, alhamdulillah sehat. Makanya dengar berita hari ini terus terang kaget,” ungkap Henryco.
Henryco mengaku tidak mengetahui secara pasti aktivitas terakhir Farhan sesaat sebelum dilarikan ke rumah sakit. Pasalnya, sejak siang hari ia harus memimpin delegasi pemkot di gedung dewan.
Padahal, Muhammad Farhan sejatinya dalam jadwal menghadiri rapat paripurna tersebut sebagai salah satu agenda krusial jalannya roda pemerintahan daerah.
“Harusnya beliau menghadiri rapat paripurna karena memang dalam agenda kehadiran dari pimpinan,” jelasnya.
Henryco menambahkan, jadwal kerja Farhan pada hari Jumat ini terbilang sangat padat. Selain wajib menghadiri sidang paripurna DPRD sejak pukul 13.30 WIB, Farhan juga diagendakan menerima kunjungan kehormatan dari luar negeri menjelang petang.
“Rencananya sejak pukul 13.30 rapat paripurna penyampaian pemandangan umum fraksi, kemudian lanjut jawaban wali kota. Lalu pukul 17.00 beliau ada pertemuan dengan Wali Kota Petaling Jaya,” urai Henryco.
Hingga berita ini rilis, Pemkot Bandung masih terus memantau perkembangan kondisi kesehatan Muhammad Farhan di rumah sakit. Otoritas setempat belum bisa memastikan apakah rangkaian agenda penting Wali Kota sepanjang akhir pekan ini akan batal total atau ada penjadwalan ulang.
“Saya belum tahu agenda beliau seperti apa dengan kondisi kesehatan beliau. Informasi dari dokter pun saya belum terima,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni)



