KARAWANG, FOKUSJabar.id: Presiden Indonesia, Prabowo Subianto mengungkapkan, program mandatori Biodiesel B50 merupakan hasil kesinambungan kebijakan lintas pemerintahan.
Program tersebut di rintis Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan dil anjutkan Joko Widodo (Jokowi). Kini memasuki tahap implementasi B50 pada masa pemerintahannya.
BACA JUGA:
BPJS Kesehatan Umumkan Kinerja 2025, Aset Dana JKN Tembus Rp30 Triliun
Menurut Prabowo Subianto, pengembangan biodiesel B50 tidak dapat di lepaskan dari kontribusi para pendahulunya. Dia menilai, implementasi B50 menjadi bukti pentingnya kesinambungan kebijakan dalam pembangunan nasional.
“Ini juga prestasi pemerintah-pemerintah sebelum saya. Karena ini kita canangkan sudah dari 2008. Itu pemerintahan SBY di lanjutkan pemerintahan Jokowi,” kata Prabowo di kutip republika.co.id, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, pembangunan nasional tidak akan menghasilkan kemajuan apabila setiap pemerintahan selalu memulai dari awal. Karena itu, Dia mengajak seluruh pihak menghargai fondasi yang telah di bangun pemerintahan sebelumnya.
Dia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan menghentikan kebiasaan saling mencela maupun merendahkan hasil kerja pihak lain.
“Jangan caci maki, jangan menghina orang. Terlebih memfitnah,” tegas Prabowo.
Program mandatori Biodiesel B50 resmi di luncurkan pemerintah di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat (Jabar), Kamis (9/7/2026) kemarin.
BACA JUGA:
Nadiem Makarim Ungkap Sempat Dirawat di Rumah Sakit Jelang Sidang Putusan
Melalui implementasi tersebut, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel dengan kandungan 50 persen bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit.
Prabowo menilai, pencapaian itu menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional.
Pihaknya berharap, pengembangan biodiesel dapat terus di tingkatkan ke level yang lebih tinggi pada masa mendatang.
(Bambang Fouristian)



