CIAMIS,FOKUSJabar.id: Amukan si jago merah menghanguskan bangunan dapur rumah milik O Komara di Dusun Karoya, Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Beruntung, peristiwa kebakaran tersebut tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka. Karena pemilik rumah sedang beraktivitas di luar ruangan saat api membesar.
Baca Juga: Berawal dari 450 Bata, Pertanian Organik Desa Cisadap Ciamis Kini Meluas Jadi 4 Hektare
Meski tidak ada korban cedera, musibah ini menyisakan trauma mendalam bagi pemilik rumah. Selain itu, korban juga harus menanggung kerugian material yang nilainya ditaksir mencapai sekitar Rp 10 juta.
Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, menduga kuat api berasal dari tungku kayu bakar yang menyala tanpa pengawasan.
“Saat sedang menjerang air, pemilik meninggalkan tungku api untuk pergi mencuci baju,” ujar Trisyanto, Kamis (9/7/2026).
Trisyanto menuturkan, ketika pemilik rumah asyik mencuci baju, seorang tetangga tiba-tiba datang dan mengabarkan bahwa bagian dapur korban sudah terkepung kobaran api yang cukup besar.
“Upaya pemadaman kebakaran beberapa saat setelah terlihat api oleh gotong royong warga sekitar dengan peralatan seadanya,” ucapnya.
Trisyanto melanjutkan, sebagian warga berjibaku memadamkan api, sementara warga lainnya berinisiatif melaporkan peristiwa kebakaran tersebut ke Pos Damkar WMK Kawali.
“Beberapa saat setelah ada laporan, personel piket pos Damkar WMK Kawali langsung menindaklanjuti laporan itu. Petugas langsung menerjunkan mobil Damkar ke lokasi kejadian,” jelasnya.
Trisyanto menjelaskan, selain menangani kebakaran di wilayah Kecamatan Panjalu, pada hari yang sama personel Damkar pos WMK Kawali juga harus memadamkan kebakaran rumah milik Rendra Via Ferbriansyah. Kebakaran kedua ini melanda Dusun Bangbayang Kaler, Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.
“Akibat kebakaran rumah milik warga di wilayah Desa Bangbayang, pemilik rumah mengalami kerugian materi dalam taksira mencapai sekitar Rp 25 juta. Dugaan penyebab kebakaran dari pembakaran sampah yang pemilik tinggal pergi,” ungkap Trisyanto.
(Husen Maharaja)



