spot_imgspot_img
Kamis 9 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Farhan Ungkap Kriminalitas Bandung Melonjak 20 Persen, Banyak Pelaku Masih Remaja

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut angka kriminalitas di Kota Kembang melonjak rata-rata sekitar 20 persen. Lonjakan kasus kejahatan jalanan ini terpantau rawan terjadi terutama saat memasuki masa libur sekolah.

Meski angka kasus naik, Farhan menegaskan bahwa keberadaan Satgas Anti Begal tetap efektif dalam mengungkap berbagai tindak kriminal.

Baca Juga: Kriminalitas Bandung Jadi Sorotan, Farhan Pimpin Patroli Dini Hari dan Hidupkan Kembali Siskamling

Menurutnya, keberhasilan mengungkap banyak kasus baru justru membuktikan tim Satgas bekerja dengan baik di lapangan. Namun, ia mengakui efektivitas penanganan kriminalitas tidak akan maksimal tanpa kontribusi aktif dari masyarakat.

“Udah efektif. Bahkan sekarang, dengan terungkapnya banyak kejadian begal, itu menunjukkan bahwa kita memang sedang membongkar banyak hal. Tapi, seperti saya bilang, efektivitas tim satgas ini tidak akan maksimal apabila tidak ada keikutsertaan warga,” kata Farhan di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Kamis (9/7/2026).

Oleh karena itu, Pemkot Bandung akan kembali menggiatkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai tameng utama pencegahan tindak kriminal di tingkat lingkungan.

“Jadi Siskamling, warga jaga warga, warga jaga kota, itu akan kita gencarkan kembali,” ujarnya.

Perketat Pengawasan di wilayah Perbatasan Kota Bandung

Farhan mengungkapkan bahwa petugas juga akan memperketat pengawasan di wilayah perbatasan Kota Bandung. Berdasarkan hasil pemetaan, para pelaku kejahatan kerap memanfaatkan kawasan perbatasan sebagai jalur pelarian utama.

“Perbatasan itu sering menjadi tempat para pelaku kabur. Memang ada ruang ke sana yang seolah-olah tidak ada yang mengawasi. Nah, itu yang berusaha kita tutup bersama-sama,” katanya.

Farhan menjelaskan, jajaran kepolisian dan pemerintah telah membagi patroli Satgas Anti Begal ke dalam lima wilayah operasi, yakni Bandung Barat, Bandung Timur, Bandung Tengah, Bandung Selatan, dan Bandung Utara agar pengawasan berjalan lebih fokus.

Farhan menilai tren kenaikan kriminalitas saat musim libur sekolah ini menjadi perhatian yang sangat serius. Pasalnya, mayoritas pelaku tindak kekerasan jalanan tersebut ternyata masih berusia remaja.

“Perlu diketahui bahwa ketika memasuki masa libur sekolah, biasanya memang tingkat kriminalitas akan melejit. Dan yang paling menakutkan adalah banyak para pelakunya masih remaja,” ucapnya.

Farhan menyebut jenis tindak kekerasan yang melibatkan kelompok remaja ini cukup beragam, mulai dari aksi tawuran, pembegalan, hingga kasus pencurian dengan kekerasan.

“Kalau yang remaja itu rata-rata pada dasarnya semua kekerasan. Ada kekerasan karena tawuran, ada kekerasan berupa pembegalan, ada pencurian dengan kekerasan. Nah, intinya semua kekerasan,” jelasnya.

Farhan menambahkan bahwa dirinya belum mengantongi data spesifik mengenai angka pasti kasus pembegalan terbaru. Ia berencana segera berkoordinasi dengan pihak Polrestabes Bandung untuk memperoleh rincian data valid tersebut.

“Nah, itu saya belum tahu. Nanti saya cari tahu detailnya. Kita tanya ke Polrestabes, ya,” pungkas Farhan.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru