TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan bersama Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Tasikmalaya, Hj. dr. Elvira Kamarrow Putri, meninjau langsung Kampung Binaan PKK di wilayah Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Sabtu (4/7/2026).
Sejumlah pejabat penting turut mendampingi kunjungan orang nomor satu di Kota Tasikmalaya tersebut. Tampak hadir Ketua Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Rahmat Sutarman, anggota Komisi I DPRD Dede, S.Ip, Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya Elly Suminar, Camat Purbaratu Toni Kuswoyo, serta Lurah Purbaratu H. Adang Rahmat.
Baca Juga: Dari Medan untuk Kota Tasikmalaya, Viman Janjikan Pelayanan Publik Lebih Cepat dan Modern
Langkah turun ke lapangan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat oleh PKK berjalan tepat sasaran. Pemkot ingin program tersebut memberikan dampak nyata bagi roda ekonomi dan kesejahteraan keluarga di tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Para kader PKK, camat, lurah, bersama warga setempat menyambut meriah kedatangan Viman Alfarizi dan dr. Elvira Kamarrow di lokasi. Rombongan kemudian berkeliling memantau berbagai aktivitas produktif warga, mulai dari kebun sayur, budidaya ikan, peternakan ayam petelur, program Kelompok Wanita Tani (KWT), hingga geliat usaha mikro kelolaan kelompok PKK setempat.
Integrasikan 10 Program Pokok PKK dan 7 Program Prioritas Pemkot
Ketua Umum TP-PKK Kota Tasikmalaya, Hj. dr. Elvira Kamarrow Putri, menegaskan bahwa kader PKK memegang peranan sangat strategis dalam membangun ketahanan pangan keluarga, terutama untuk mendongkrak ekonomi masyarakat.
Menurutnya, para kader memiliki semangat tinggi dalam mewujudkan kemandirian keluarga lewat usaha pangan yang produktif dan bernilai ekonomis.
“Insan-insan PKK terproduktif, ia ada di garis depan. Mereka yang paling tahu kebutuhan di tingkat RT dan RW. Melalui program-program PKK ini, kami ingin membantu membangun ketahanan keluarga agar lebih mandiri secara ekonomi,” ungkap dr. Elvira Kamarrow Putri kepada FOKUSJabar, Sabtu (4/7/2026).
Ia menambahkan, seluruh aktivitas di kampung binaan wajib merujuk pada 10 Program Pokok PKK. Pihaknya kemudian menyinergikan aturan tersebut dengan 7 Program Prioritas Pemerintah Kota Tasikmalaya agar menghasilkan manfaat yang langsung menyentuh masyarakat luas.
“Contohnya di bidang pangan, kita dorong pekarangan warga di sini produktif dengan ditanami sayuran. Di bidang kesehatan ada Posyandu dan pencegahan stunting, serta ruang Pojok Rokok. Di bidang ekonomi ada pelatihan UMKM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ini semua saling terintegrasi satu sama lainnya,” jelas dr. Elvira.
Warga Mandiri, Kebal Terhadap Lonjakan Kurs Dolar
Elvira menjelaskan bahwa gerakan ketahanan pangan ini merupakan program turunan dari pemerintah pusat. Kader-kader PKK di tingkat RW dan RT di Purbaratu pun terbukti sukses mengimplementasikan program tersebut lewat sektor pertanian produktif.
“Hari ini, di kampung binaan PKK sudah bisa mencukupi kebutuhan pangan warga sekitar. Kalau butuh cabai sudah tersedia, butuh telur sudah ada ayam petelur, dan butuh ikan kader PKK sudah ada usaha perikanan. Semua tidak perlu beli, walau dolar naik setinggi apa pun, tidak akan berpengaruh. Warga tetap bisa hidup dan sejahtera dengan apa yang sudah dihasilkan di kampung PKK ini,” paparnya.
Istri Wali Kota Tasikmalaya ini juga berencana menduplikasi konsep kampung binaan ke seluruh kecamatan agar semua lapisan masyarakat bisa merasakan manfaatnya.
“Saya meminta, kampung binaan yang sudah terbentuk ini bisa terus dikembangkan dan dapat memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat sekitar agar mampu mandiri dan lebih sejahtera. Prinsipnya kita harus bergerak, berdampak, dan bermanfaat,” tegasnya.
Wali Kota Siapkan Akses Modal dan Pelatihan KWT
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Viman Alfarizi melontarkan rasa bangga sekaligus apresiasi tinggi atas kerja keras para kader PKK Purbaratu. Ia menilai wilayah ini sukses menjadi role model kawasan terintegrasi yang mampu mengawinkan program ketahanan pangan dengan kekuatan ekonomi domestik.
“Saya melihat, warga binaan PKK ini bisa menjadi contoh dan model kehidupan keluarga. Mereka dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan pangan keluarga melalui kegiatan-kegiatan produktif seperti pertanian dan perikanan,” ungkap Viman Alfarizi.
Viman memuji kekompakan warga dalam menerjemahkan program pemerintah melalui semangat gotong royong. Sinergi ini terbukti ampuh menyuburkan program Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan (Pelak) yang sedang digenjot daerah.
“Kami ingin kampung binaan PKK ini dapat menjalankan program-program prioritas pemerintah pusat berjalan dan program-program strategis daerah juga berjalan, di mana di sana ada program Pelak yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.
Ia meyakini bahwa kekuatan pangan dan ekonomi makro sebuah daerah selalu bermula dari ketahanan internal keluarga yang sehat dan mandiri.
“Pemerintah tentu ingin Kampung Binaan PKK ini menjadi percontohan keluarga di Kota Tasikmalaya. Dan kalau 10 program PKK ini dijalankan dan selaras dengan 7 program prioritas Kota Tasikmalaya, maka ekonomi daerah tumbuh dan kuat, pengangguran bisa ditekan, stunting dapat dicegah, serta tingkat kesejahteraan masyarakat pun akan naik,” urai Viman.
Sebagai mitra strategis, Pemkot Tasikmalaya menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi kebutuhan PKK. Mulai dari pelatihan kader, manajemen pemasaran produk, hingga membuka akses permodalan bagi usaha KWT.
(Seda)



