spot_imgspot_img
Sabtu 4 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Disarpus Kabupaten Bekasi Hadirkan Buku Sejarah untuk Perkuat Literasi Masyarakat

BEKASI, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mendorong peningkatan budaya literasi di tengah masyarakat melalui penyediaan berbagai koleksi bacaan berkualitas.

Salah satu upaya tersebut di wujudkan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) dengan menghadirkan buku bertema sejarah lokal sebagai bahan bacaan di Perpustakaan Daerah.

BACA JUGA:

Pemkab Bekasi Alokasikan Rp192 Miliar untuk Infrastruktur Jalan 2026

Salah satu koleksi yang kini menjadi perhatian adalah buku “Sejarah Bekasi: Sejak Peradaban Buni Ampe Wayah Gini” karya sejarawan Endra Kusnawan.

Buku tersebut menjadi salah satu koleksi unggulan yang di harapkan mampu memperluas wawasan masyarakat mengenai perjalanan sejarah Bekasi dari masa ke masa.

Kehadiran buku tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas lokal. Khususnya di kalangan generasi muda.

Plt Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, Agung Mulya mengatakan, buku tersebut di harapkan dapat menjadi sumber referensi bagi masyarakat yang ingin mempelajari sejarah Kabupaten/Kota Bekasi secara lebih utuh dan mendalam.

“Melalui buku karya Endra Kusnawan ini, masyarakat dapat lebih mengenal, memahami dan mengetahui perjalanan sejarah serta perkembangan Kabupaten Bekasi hingga menjadi daerah yang maju seperti saat ini,” ujar Agung.

Menurut Agung, keberadaan buku-buku sejarah lokal memiliki arti penting dalam memperkuat jati diri daerah sekaligus mendukung peningkatan indeks literasi masyarakat.

Selain menghadirkan ribuan koleksi bacaan dari berbagai bidang ilmu, Disarpus juga terus memperluas layanan perpustakaan keliling ke sekolah-sekolah guna menumbuhkan minat baca di kalangan pelajar.

Ia menilai bahwa membaca sejarah bukan hanya memberikan tambahan pengetahuan. Tetapi juga mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah sendiri.

Dengan memahami perjalanan masa lalu, masyarakat di harapkan semakin terdorong untuk menjaga nilai budaya dan warisan sejarah yang di miliki Bekasi.

BACA JUGA:

PSGC Ciamis Resmi Jadi Tim Satelit Persib, dr. Imam Siap Turunkan Tim Medis Terbaik untuk Liga 2

“Kami mengapresiasi Bang Endra Kusnawan yang telah menyusun perjalanan panjang sejarah Bekasi secara rinci. Sehingga kini dapat menjadi referensi bagi masyarakat di Perpustakaan Daerah,” katanya.

Penulis buku Sejarah Bekasi, Endra Kusnawan menjelaskan, buku yang terbit pada 2026 merupakan edisi ketiga.

Sebelumnya, buku tersebut pertama kali di terbitkan pada 2016. Kemudian mengalami revisi pada 2019, sebelum kembali di perbarui dengan berbagai tambahan data dan materi. Sehingga kini memiliki ketebalan 600 halaman.

Endra mengungkapkan, penyusunan buku di lakukan secara kronologis dengan mengulas perjalanan sejarah Kabupaten/Kota Bekasi sejak masa Peradaban Buni, Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda, periode kolonial, masa perjuangan kemerdekaan hingga perkembangan pemerintahan modern.

“Banyak masyarakat asli Bekasi yang belum memahami sejarah daerahnya sendiri karena literatur mengenai sejarah Bekasi masih sangat terbatas,” ujarnya.

Ia menambahkan, edisi terbaru memuat dokumentasi perjalanan pemerintahan seluruh kepala daerah Kabupaten Bekasi. Mulai dari bupati dan wakil bupati beserta dokumentasi fotonya sebagai pelengkap informasi sejarah pemerintahan daerah.

Tak hanya membahas perjalanan pemerintahan, buku tersebut juga mengulas sejumlah situs bersejarah. Di antaranya Tugu Bambu Runcing di Warung Bongkok, Kecamatan Cikarang Barat serta sejarah SDN Simpangan 01 Cikarang Utara yang telah di tetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

“Lewat buku ini di harapkan masyarakat tidak hanya mengenal nama suatu tempat. Tetapi juga memahami latar belakang sejarahnya,” kata Endra.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Kejar Target Bangun 220 Titik Pengolahan Sampah Mandiri

Melalui kehadiran buku “Sejarah Bekasi: Sejak Peradaban Buni Ampe Wayah Gini”, Disarpus Kabupaten Bekasi berharap minat masyarakat untuk mempelajari sejarah lokal terus meningkat.

Upaya tersebut di harapkan mampu memperkuat kecintaan terhadap sejarah dan identitas daerah sekaligus menjadi bagian dari pembangunan karakter generasi penerus.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru