CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kepedulian terhadap sesama terus menjadi tradisi yang di jaga masyarakat Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar).
Memasuki bulan Muharam 1448 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Pemerintah Desa Cimari kembali menggelar santunan bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa, Minggu (28/6/2026).
BACA JUGA:
Pramuka Ciamis dan BNN Bentuk Saka Anti Narkoba, Sasar Pelajar SD hingga Pembina
Sebanyak 54 anak yatim piatu dan dhuafa menerima santunan berupa uang tunai dan paket sembako dalam kegiatan yang berlangsung di Naratas Poultry, Jalan Raya Cikoneng Nomor 128, Desa Cimari.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Berbagi Itu Indah, Berbagi Itu Galeuhnya Ibadah” yang telah menjadi semangat masyarakat dalam berbagi setiap tahunnya.
Ketua Pelaksana, Kidik Fajar mengatakan, santunan ini merupakan agenda rutin yang terlaksana berkat kolaborasi MUI, Pemerintah Desa, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Cimari, para donatur serta masyarakat.
“Alhamdulillah, kegiatan santunan yatim piatu dan dhuafa ini kembali dapat di laksanakan. Semoga berjalan lancar, penuh berkah, dan membawa kebahagiaan bagi para penerima manfaat. Tema Berbagi Itu Indah, Berbagi Itu Galeuhnya Ibadah menjadi pengingat bahwa kepedulian kepada sesama merupakan inti dari ibadah,” ujarnya.
Menurut Dia, kegiatan tersebut bukan sekadar penyaluran bantuan. Tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai gotong royong yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat Desa Cimari.
Paket sembako yang di bagikan berasal dari berbagai pihak. Di antaranya, UPZ Desa Cimari serta dukungan para donatur, termasuk Dahlan Ajat Naratas.
Mewakili Bupati Ciamis, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Ciamis, Aef Saefulloh mengapresiasi konsistensi masyarakat Cimari yang terus menjaga tradisi berbagi meski kondisi ekonomi dan keuangan pemerintah sedang menghadapi tantangan.
“Kebersamaan itulah yang paling utama. Saat ini kondisi keuangan, baik di pusat maupun daerah memang tidak sedang mudah. Namun yang luar biasa, meski anggaran terbatas, partisipasi masyarakat Cimari tetap besar. Semangat gotong royongnya sangat baik,” katanya.
BACA JUGA:
Warga Desa di Ciamis Kini Lebih Mudah Urus BPJS Kesehatan, Ini Strategi Pemkab
Ia menilai, pelaksanaan santunan di bulan Muharam menjadi salah satu amalan yang membawa keberkahan. Sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Insyaallah, amalan baik di bulan penuh berkah ini menjadi sebab hadirnya kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya di Desa Cimari. Saya mengapresiasi panitia, MUI, Pemerintah Desa, tokoh masyarakat dan seluruh warga yang terus menjaga kegiatan mulia ini,” tuturnya.
Melalui kegiatan yang rutin di laksanakan setiap Muharam tersebut, Desa Cimari menunjukkan bahwa budaya berbagi dan gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat.
Tradisi ini di harapkan terus berlanjut sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap anak-anak yatim piatu dan warga yang membutuhkan.
(Mia)



