spot_imgspot_img
Minggu 28 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

22 Negara Siap Meriahkan Asia Afrika Festival 2026, Bandung Bakal Kembali Jadi Pusat Perhatian Dunia

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Asia Afrika Festival (AAF) yang akan menghentak publik pada 11–12 Juli 2026 mendatang.

Hingga akhir pekan ini, sebanyak 22 negara sahabat sudah memberikan konfirmasi resmi untuk meramaikan seluruh rangkaian karnaval kebudayaan akbar tersebut.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan! Taufik Hidayat Penyiksa Perempuan di Bandung Ternyata Residivis Kasus Serupa

Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengungkapkan bahwa AAF tahun ini mengusung tiga agenda utama demi memanjakan para pengunjung. Ketiga sub-kegiatan tersebut meliputi Asia Afrika Karnaval, Asia Afrika Corner, dan Asia Afrika Market.

“Kami menjadwalkan Asia Afrika Festival berlangsung pada 11–12 Juli 2026. Panitia membagi acara ke dalam tiga pilar aktivitas. Yakni karnaval helaran, ruang pertukaran budaya (Corner), serta pasar kreatif UMKM (Market),” jelas Adi Junjunan Mustafa, Sabtu (27/6/2026).

Hadirkan Konsep Baru Asia Afrika Corner

Adi menjelaskan bahwa timnya merancang Asia Afrika Karnaval pada Sabtu, 11 Juli 2026, mulai pagi hari hingga pukul 12.00 WIB dengan konsep helaran terbuka.

Sementara itu, Asia Afrika Corner menjadi menu baru yang menawarkan ruang pertukaran kebudayaan antarnegara secara lebih mendalam dan terstruktur.

Aktivitas Asia Afrika Corner akan menyebar di sejumlah bangunan bersejarah. Mulai dari Gedung Merdeka, Museum Konferensi Asia Afrika (KAA), Damai Art Space, Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK), hingga Hotel Savoy Homann.

Guna mengontrol arus pengunjung di area dalam gedung, panitia memberlakukan sistem registrasi berbasis kode batang (barcode) digital.

Untuk sektor ekonomi kreatif, Asia Afrika Market akan mengambil alih kawasan Jalan Braga Pendek dengan menyuguhkan festival kuliner, pameran busana (fashion), serta lapak produk UMKM lokal.

Pihaknya sengaja memindahkan panggung pertunjukan dari lokasi tahun lalu (depan bank bjb) ke Jalan Braga Pendek untuk mengurai kerumunan.

Demi mewujudkan festival yang inklusif, panitia juga akan memasang layar proyektor raksasa di sepanjang Jalan Naripan. Tujuannya agar masyarakat tetap bisa menikmati kemeriahan panggung utama.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru