spot_imgspot_img
Rabu 24 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tangis dan Doa Iringi Kepulangan Jemaah Haji Ciamis, Dua Orang Masih Tertahan di Arab Saudi

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Suasana haru mewarnai kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Ciamis yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 31 Embarkasi Kertajati (KJT). Namun, otoritas kesehatan Arab Saudi menahan keberangkatan dua jemaah haji untuk kembali ke Tanah Air karena faktor kondisi kesehatan.

Dari total 413 jemaah yang bertolak ke Tanah Suci, sebanyak 411 jemaah haji berhasil menginjakkan kaki di Gedung KH Irfan Hielmy, Kompleks Islamic Center Ciamis, Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 22.15 WIB. Sementara itu, tim medis di Madinah masih memberikan perawatan intensif kepada dua jemaah lainnya hingga kondisi fisik mereka memenuhi standar penerbangan internasional.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Ciamis, Nana Supriatna, mengonfirmasi bahwa dua jemaah yang tertahan tersebut berasal dari wilayah Kecamatan Sadananya dan Kecamatan Baregbeg.

“Kami awalnya memberangkatkan 413 orang. Namun, rombongan yang pulang ke Ciamis malam ini hanya berjumlah 411 orang. Dua jemaah terpaksa menetap sementara di Madinah karena masih menjalani perawatan medis,” jelas Kepala Kantor Kemenhaj Ciamis, Nana Supriatna, Selasa (23/6/2026).

Apresiasi Dukungan Pemkab Ciamis, Kemenag Sinkronisasikan Jadwal Bus dengan Truk Koper Jemaah

Nana menegaskan bahwa otoritas kesehatan Arab Saudi memegang kewenangan mutlak dalam menentukan izin terbang bagi setiap jemaah. Tim dokter kerajaan tidak akan menerbangkan pasien yang dinilai belum layak menempuh perjalanan udara jarak jauh.

Pihak Kemenhaj juga menjamin bahwa keluarga kedua jemaah sudah mengantongi informasi valid sejak awal masa perawatan di rumah sakit. Petugas dari Kementerian Kesehatan langsung menghubungi pihak keluarga di Ciamis begitu jemaah memasuki ruang perawatan.

Menurut Nana, sistem keimigrasian dan kesehatan Arab Saudi tidak menerapkan batas waktu kaku bagi pasien. Pihak maskapai akan langsung memulangkan jemaah haji yang sakit begitu tim dokter mengeluarkan surat kelayakan terbang (fit to fly). Nana pun mengetuk pintu hati masyarakat Ciamis untuk ikut menyelipkan doa demi kesembuhan kedua jemaah tersebut.

Di luar kendala tersebut, Nana mengucap syukur karena proses pemulangan 411 jemaah haji lainnya berjalan tanpa hambatan berarti. Ia melayangkan apresiasi tinggi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis. Khususnya Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda), yang memberikan dukungan operasional secara luar biasa.

Kolaborasi apik bersama Dinas Perhubungan, aparat Kepolisian, tim keamanan, dan dinas terkait sukses mengawal kelancaran perjalanan konvoi bus dari Bandara Internasional Kertajati menuju pusat Kota Ciamis.

Panitia daerah bahkan sempat melakukan taktik penyesuaian jadwal perjalanan selama 15 menit di jalur darat. Langkah penundaan singkat ini bertujuan agar kedatangan fisik jemaah haji di Gedung KH Irfan Hielmy berbarengan dengan proses bongkar muat koper besar mereka, sehingga warga tidak perlu mengantre lama.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru