BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mempercepat langkah pembenahan estetika kota dengan mengeksekusi penertiban jaringan kabel udara di sejumlah koridor jalan utama. Langkah taktis ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi ruang publik yang rapi, aman, dan bebas dari semrawutnya kabel utilitas swasta.
Setelah menuntaskan penataan di kawasan bersejarah Jalan Asia Afrika, tim teknis Pemkot Bandung mengagendakan pemotongan kabel udara di sepanjang Jalan Veteran dan Jalan Tera pada pekan ini.
Baca Juga: SPMB Bandung Tahap 2 Dibuka, Orang Tua Diminta Jangan Sampai Salah Unggah Dokumen
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pemkot menerapkan skema bertahap guna menyapu bersih pemandangan kabel yang menggelantung di langit kota. Sebelum membidik kawasan Veteran, pemkot telah menyukseskan penurunan kabel bawah tanah (ducting) di beberapa jalur krusial, meliputi Jalan Tamblong, Jalan Merdeka, dan Jalan Lembong.
“Minggu ini tim gabungan akan mengeksekusi pemotongan kabel udara di jalur Jalan Veteran dan Jalan Tera. Hal ini untuk menyusul kesuksesan kawasan Asia Afrika. Kami berkomitmen menata wajah kota agar lebih bersih,” tegas Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Selasa (23/6/2026).
Tunda Perbaikan Trotoar Empat Jalur Protokol, Wali Kota Bandung Sinkronisasikan Anggaran dengan Proyek BRT
Di samping merapikan utilitas kabel, Pemkot Bandung juga menggenjot peningkatan kualitas infrastruktur dasar pendukung. Seperti pengaspalan jalan, perbaikan trotoar bagi pejalan kaki, serta normalisasi saluran drainase. Seluruh pengerjaan fisik ini mengacu pada skala prioritas wilayah dan pemenuhan kebutuhan vital warga.
Kendati demikian, Wali Kota Farhan mengonfirmasi bahwa pemkot sengaja menunda penanganan infrastruktur pada empat ruas jalan strategis. Penundaan ini terjadi karena pemkot wajib menyesuaikan cetak biru pembongkaran dengan rencana pembangunan megaproyek sistem transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya.
Empat jalur protokol yang harus mengantre tersebut meliputi Jalan Ahmad Yani, Jalan Asia Afrika, Jalan Sudirman, dan Jalan Otto Iskandardinata (Otista). Farhan menilai langkah sinkronisasi ini sangat krusial demi menjamin efektivitas proyek di lapangan. Terlebih mencegah tumpang tindih pembongkaran fisik, serta menjaga efisiensi penyerapan anggaran daerah.
Bukan hanya fokus pada tata ruang atas, Pemkot Bandung saat ini tengah mematangkan strategi penanganan banjir. Kemudian juga penanganan genangan air di berbagai titik rawan. Pemkot memasang target tinggi agar seluruh pengerjaan drainase melahirkan hasil yang signifikan sebelum awan mendung musim hujan melanda wilayah Bandung dalam beberapa bulan ke depan.
“Kami menganggap mitigasi ini sangat penting. Tujuannya agar saat Kota Bandung memasuki musim hujan, volume genangan di sejumlah titik rawan dapat berkurang secara drastis,” pungkas Farhan.
(Yusuf Mugni)



