TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar resmi menyepakati nota Perjanjian Kerja Sama (PKS) guna mengendalikan angka inflasi daerah. Kolaborasi taktis ini membidik penguatan pasokan rupa-rupa komoditas pangan strategis di pasar lokal.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, bersama Bupati Blitar, H. Rijanto, menandatangani langsung dokumen Kerjasama Antar Daerah (KAD) tersebut di Aula Utama Kantor Balekota Tasikmalaya, Selasa (23/6/2026). Langkah nyata ini mencerminkan komitmen kuat kedua belah pihak dalam menjaga stabilitas harga barang serta menjamin ketersediaan pangan bagi konsumen.
Baca Juga: GOR Susi Susanti Membara! Sebanyak 633 Atlet Berebut Gelar di Kejurkot Bulutangkis Tasikmalaya
Sejumlah pejabat teras turut mengawal jalannya momentum penting ini. Di antaranya Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim, Wakil Bupati Blitar H. Beky Herdihansah, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriyadi, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar Drs. Rully Wahyu Prasetyowanto, serta para pengurus koperasi peternak ayam Blitar.
“Kami menginisiasi PKS ini berdasarkan kebutuhan mendesak untuk memperkokoh ketahanan pangan dan menekan fluktuasi harga, khususnya pada komoditas telur ayam ras. Kerja sama ini memastikan jalur distribusi berjalan lancar, harga terkendali, dan warga mampu menjangkau kebutuhan pokok dengan harga stabil,” urai Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, Selasa (23/6/2026).
Blitar Siap Kirim 1,8 Ton Telur Tiap Hari ke Tasikmalaya, Amankan Program Makan Bergizi Gratis
Viman memaparkan bahwa neraca pangan daerah menunjukkan bahwa Kota Tasikmalaya masih mengandalkan suplai telur ayam ras dari luar daerah. Kebalikan dari kondisi tersebut, Kabupaten Blitar justru menonjol sebagai salah satu lumbung produksi telur ayam terbesar di Indonesia yang menyokong ketahanan pangan nasional.
Cakupan kesepakatan KAD ini meliputi pertukaran data informasi agribisnis (pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan), koordinasi kelancaran logistik, hingga pelaksanaan lokakarya peningkatan kapasitas (capacity building) bagi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kedua wilayah.
Bupati Blitar, H. Rijanto, menegaskan kesiapan jajarannya untuk memasok kebutuhan logistik hewani yang Pemkot Tasikmalaya perlukan. Langkah ini krusial mengingat tingginya volume konsumsi telur di Kota Santri, terutama dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Masyarakat Kota Tasikmalaya memerlukan pasokan sekitar 224 ton telur ayam setiap bulannya demi menyokong program MBG. Kami merancang skema pengiriman rutin harian sebanyak satu hingga dua rit truk, atau setara dengan 1,8 ton telur per hari dari Blitar,” pungkas H. Rijanto.
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tasikmalaya terus memacu peran intervensi pasar oleh TPID demi membentengi daya beli masyarakat. Data terkini dari Kantor BI Tasikmalaya mencatat angka inflasi tahunan (yoy) Kota Tasikmalaya hingga akhir Mei 2026 berada di posisi 2,82%. Otoritas moneter menilai capaian tersebut masih aman dan terkoreksi positif dalam rentang target sasaran nasional, sehingga mampu merangsang pertumbuhan ekonomi regional secara inklusif.
(Seda)



