TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Dunia pendidikan Islam di Kota Tasikmalaya menyambut lembaran sejarah baru. Setelah bertahun-tahun menumpang dari satu bangunan sewa ke bangunan sewa lainnya, SD IT Ainun kini resmi menempati gedung permanen yang megah di kawasan Gunung Kanyere, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, meresmikan langsung fasilitas pendidikan tersebut pada Selasa (23/6/2026). Momentum bersejarah ini memicu suasana haru sekaligus bangga di kalangan puluhan santri, tenaga pengajar, jajaran pengurus yayasan, serta wali murid yang memadati lokasi acara.
“Kami mengucap syukur alhamdulillah. Setelah sekian lama menyewa tempat, kami akhirnya mampu mendirikan dan memiliki gedung sendiri,” ungkap Kepala Sekolah SD IT Ainun, Muhamad Ishaq.
Padukan Kurikulum Tahfiz dan Sains, Yayasan Siap Rintis Pembangunan SMP IT Ainun
Saat ini, SD IT Ainun menggembleng 70 siswa dengan menitikberatkan fokus pada program tahfiz Al-Qur’an. Meski kental dengan atmosfer religius, Muhamad Ishaq memastikan bahwa pihak sekolah tetap menempatkan pelajaran umum di porsi yang seimbang.
SD IT Ainun menerapkan formula kurikulum terpadu yang menyatukan kedalaman ilmu agama dengan keluasan sains akademik. Pihak sekolah juga memfasilitasi pengembangan minat dan bakat non-akademik siswa melalui berbagai wadah ekstrakurikuler, mulai dari bidang olahraga, seni Islami, hingga pembekalan keterampilan praktis (life skills).
Pengelolaan lahan seluas 1.600 meter persegi oleh pihak yayasan saat ini memberikan ruang gerak yang jauh lebih leluasa bagi anak didik untuk belajar dan berkreasi. Menangkap tingginya animo serta desakan dari orang tua murid, manajemen yayasan bahkan langsung memasang ancang-ancang untuk segera mendirikan SMP IT Ainun dalam waktu dekat.
Gagas Sosiopreneur: Cetak Penghafal Al-Qur’an Sekaligus Sokong Dana Santunan Anak Yatim
Salah satu terobosan unik yang membedakan SD IT Ainun dari institusi Islam terpadu lainnya terletak pada program pemberdayaan ekonomi mandiri berbasis sekolah.
Pengurus yayasan, Asep, memaparkan bahwa pihaknya saat ini tengah mengelola budidaya ayam petelur dan peternakan domba di area lingkungan sekolah. Menariknya, aktivitas bisnis ini tidak sekadar mempertebal kas internal, melainkan mengusung misi sosial yang nyata.
“Kami mendesain sekolah ini agar tidak hanya mencetak generasi hafiz, tetapi juga mengalirkan manfaat sosial bagi lingkungan sekitar. Kami menyalurkan sebagian keuntungan dari usaha peternakan ini secara langsung untuk menyantuni anak-anak yatim di wilayah sekitar sekolah,” jelas Asep.
Langkah progresif yang berbasis sosiopreneur ini memanen pujian dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara. Ia berharap SD IT Ainun mampu menjelma sebagai kawah candradimuka yang melahirkan generasi Qurani berdaya saing global.
Diky juga menitipkan pesan agar manajemen sekolah mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan warga sekitar. Sinergi yang kokoh menjadi kunci utama untuk membangun karakter pemuda Kota Tasikmalaya yang religius sekaligus inovatif.
Menatap masa depan dengan modal infrastruktur baru, lahan luas, serta ekosistem pendidikan yang terintegrasi, SD IT Ainun optimistis mampu memantapkan posisinya sebagai pusat pendidikan Islam percontohan di Kota Tasikmalaya.
(Abdul Latif)



