spot_imgspot_img
Senin 22 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemadaman Listrik Bikin Pengusaha Ciamis Rugi Rp120 Juta, UMKM Ikut Terpukul

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Rentetan pemadaman listrik bergilir dalam beberapa waktu terakhir memukul mundur roda aktivitas usaha di Kabupaten Ciamis. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus menanggung gangguan operasional massal hingga kerugian materiil yang membengkak akibat absennya transparansi jadwal dari pihak otoritas penyedia daya.

Pengusaha peternak ayam yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Ciamis, Hary Adam, SE, menegaskan bahwa arus kelistrikan kini telah bergeser menjadi kebutuhan primer mutlak bagi seluruh strata usaha, baik skala rumahan maupun korporasi raksasa.

Baca Juga: Dari Defisit Rp8 Juta Menjadi Puluhan Miliar, Kisah Kebangkitan Baznas Ciamis Jadi Sorotan

“Perusahaan manufaktur besar mungkin mampu membeli generator set (genset) sebagai daya cadangan. Namun, mayoritas pelaku UMKM lokal sama sekali tidak memiliki sistem power backup. Durasi pemadaman yang terlalu lama otomatis mengacaukan operasional harian serta menghancurkan target produksi mereka,” ungkap Hary Adam di Ciamis, Senin (22/06/2026).

Hary menerangkan bahwa sektor peternakan unggas modern menjadi salah satu klaster usaha yang menderita pukulan paling telak. Mayoritas tata kelola kandang saat ini menggantungkan hidup pada pasokan listrik konstan guna menggerakkan sistem sirkulasi udara mekanis.

Saat ini, sekitar 70 persen peternak skala kecil di Ciamis sudah mengadopsi teknologi kandang modern berbasis elektrik. Matinya aliran listrik secara mendadak tanpa alarm peringatan dini berisiko fatal memicu kematian massal hewan ternak akibat kepengapan suhu dalam kandang.

Perusahaan Ketua KADIN Merugi Rp120 Juta, Harry Tuntut Keterbukaan Komunikasi PLN

Dampak nyata dari buruknya manajemen komunikasi kelistrikan ini menyasar langsung lini bisnis milik sang Ketua KADIN. Harry membeberkan bahwa perusahaannya terpaksa menelan kerugian finansial berkisar antara Rp100 juta hingga Rp120 juta hanya dalam satu siklus pemadaman tanpa pemberitahuan.

“Kami tidak berniat menyalahkan PLN sepenuhnya atas kendala teknis yang terjadi. Namun, kami sangat menyayangkan ketiadaan info resmi mengenai estimasi waktu dan durasi pemadaman. Andaikan PLN merilis jadwal lebih awal, dunia usaha tentu dapat merumuskan langkah mitigasi secepat mungkin,” ungkap Harry.

Selain menguras isi dompet pengusaha, pemadaman gelap ini merusak reputasi dan menurunkan tingkat kepercayaan konsumen akibat keterlambatan pengiriman barang serta mandeknya kualitas pelayanan jasa. Harry mencatat adanya penurunan mutu komunikasi PLN dibanding masa lalu yang biasanya rajin menyurati pelanggan sebelum melakukan perawatan kabel gardu.

Meskipun situasi lapangan memburuk, Harry tetap memotivasi rekan sejawatnya sesama pengusaha untuk tidak larut meratapi keadaan. Selanjutnya segera beradaptasi mencari pasokan energi alternatif.

KADIN Ciamis dalam waktu dekat berencana melayangkan surat resmi guna membuka jalur komunikasi intensif dengan manajemen PLN daerah. Hal itu demi menjamin kepastian pasokan daya ke depan.

(Nank Irawan)

spot_img

Berita Terbaru