spot_imgspot_img
Sabtu 20 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

OJK Kukuhkan Duta Literasi Keuangan Syariah, Siap Edukasi Warga hingga Pelosok

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) terus menabuh genderang perluasan layanan keuangan syariah hingga ke pelosok desa. Langkah taktis ini terwujud dengan menggandeng Pimpinan Daerah Persatuan Islam (PERSIS) Kabupaten Garut sebagai mitra penggerak roda ekonomi umat.

OJK mengemas kolaborasi nyata ini melalui dua program unggulan, yakni School of Syariah (SoS) serta Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS). Manajemen menyelenggarakan kedua hajat besar tersebut secara tatap muka langsung di Auditorium Institut Agama Islam (IAI) PERSIS Kabupaten Garut.

Baca Juga: Di Hadapan Ribuan Muslimat NU Tasikmalaya, Menteri PPPA Sampaikan Pesan Penting untuk Para Ibu

Sedikitnya 430 peserta yang terdiri dari pengurus organisasi keagamaan PERSIS dan masyarakat umum memadati ruang auditorium. Agenda besar ini turut menggandeng sokongan penuh dari raksasa keuangan nasional. Yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI) serta Unit Usaha Syariah (UUS) PT Pegadaian. Catatan panitia menunjukkan program tatap muka ini menjadi sekuel lanjutan pasca-keberhasilan program Pra-EPIKS daring pada 8 Juni 2026 lalu yang menjaring 214 peserta.

Dalam ruang edukasi SOS dan EPIKS, panitia tidak hanya membekali peserta dengan setumpuk materi literasi keuangan syariah. Pemateri juga mengenalkan inovasi Agen Layanan Keuangan Syariah yang memikul misi suci sebagai jembatan penghubung bagi warga desa yang selama ini terisolasi dari akses perbankan formal.

“Ormas Islam memiliki modal semangat pemberdayaan yang sangat kuat. PERSIS merupakan mitra strategis kami untuk memperkokoh solidaritas sosial dan memperlebar pintu akses ekonomi. Serta mendongkrak utilitas layanan keuangan syariah yang selaras dengan hajat hidup masyarakat,” tutur Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, M. Ismail Riyadi, Jumat (19/6/2026).

Ismail meyakini metode edukasi berbasis ormas keagamaan memiliki efektivitas jauh lebih tinggi. Langkah ini memastikan ilmu literasi tidak sekadar mengendap sebagai teori di atas kertas. Melainkan langsung menggerakkan masyarakat untuk bertransaksi menggunakan produk syariah secara riil.

Apresiasi Pemkab Garut dan Pengukuhan Tiga Pilar Agen Finansial Desa

Gerakan literasi lintas sektor ini langsung memanen apresiasi tinggi dari jajaran Pemerintah Kabupaten Garut. Sekretaris Daerah Garut, Nurdin Yana, yang hadir mewakili Bupati Garut, melabeli program EPIKS dan SOS sebagai strategi jitu dan konkret di lapangan.

“Ini merupakan taktik cerdas untuk mengerek angka literasi dan inklusi keuangan syariah lewat peran pemuka agama dan tokoh masyarakat. Pola ini mempercepat perluasan jangkauan fasilitas keuangan langsung ke basis komunitas terkecil,” puji Nurdin Yana.

Guna mempercepat penetrasi pasar, OJK mengukuhkan Korps Duta Literasi Keuangan Syariah sebagai ujung tombak edukasi keliling. Pada momen yang sama, manajemen BSI melantik Agen LAKU PANDAI Syariah, sementara UUS PT Pegadaian resmi mengesahkan Agen Pegadaian Syariah baru untuk melayani kebutuhan finansial warga Garut.

Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, memandang kehadiran para duta dan agen baru ini sebagai kunci utama untuk meruntuhkan sekat batas geografis perbankan syariah di tengah masyarakat.

“Kami menghendaki masyarakat merasakan kehadiran edukasi dan akses keuangan syariah dalam jarak yang sangat dekat dari tempat tinggal mereka. Dengan begitu, distribusi kemanfaatan ekonomi bisa bergulir secara adil, merata, dan berkesinambungan,” pungkas Nofa.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru