BANDUNG,FOKUSJabar.id: Terminal Cicaheum Kota Bandung resmi menghentikan layanan keberangkatan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP). Seluruh keberangkatan kini di pusatkan di Terminal Leuwipanjang sebagai bagian dari persiapan pembangunan depo Bus Rapid Transit (BRT).
Kepala Terminal Cicaheum Kota Bandung, Asep Supriadi mengatakan, proses peralihan di lakukan setelah adanya survei lapangan dari Kementerian dan di tindaklanjuti dengan pemindahan operasional.
“Pada tanggal 25 kami menerima survei lapangan langsung dari Kementerian. Kemudian tanggal 26 kami menindaklanjuti dengan mengalihkan seluruh armada bus AKAP maupun AKDP ke Terminal Leuwipanjang,”kata Asep di Terminal Cicaheum Kota Bandung Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Tekan Pengangguran, Inilah Yang Dilakukan Disnaker Kota Bandung
Menurutnya, hingga saat ini masih ada masyarakat yang datang ke Terminal Cicaheum karena belum mengetahui adanya perubahan lokasi keberangkatan.
“Masih ada penumpang yang datang ke Terminal Cicaheum. Bahkan ada armada yang berangkat dari Leuwipanjang tetapi masuk kembali ke Terminal Cicaheum hanya untuk menaikkan penumpang sebelum melanjutkan perjalanan,” katanya.
Asep menegaskan, Terminal Cicaheum saat ini hanya melayani kedatangan penumpang. Sejumlah bus dari luar kota masih masuk ke terminal untuk menurunkan penumpang.
“Bus AKAP dari Surabaya dan Denpasar masih datang ke Cicaheum, tetapi hanya untuk menurunkan penumpang. Begitu juga bus AKDP dari Tasikmalaya, Pangandaran, Banjar, Cirebon, Kuningan, dan Indramayu,” ucapnya.
Terkait pembangunan depo BRT, pihak Terminal Cicaheum menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut.
“Kami sangat mendukung pembangunan depo BRT di Terminal Cicaheum. Program ini di harapkan dapat mengurangi kemacetan dan membantu memperbaiki kualitas udara, sekaligus memberikan keselamatan dan kenyamanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Terus Melakukan Sosialisasi
Untuk memastikan masyarakat mengetahui perubahan tersebut, pihak terminal mengaku terus melakukan sosialisasi setiap hari.
“Kami menyampaikan informasi melalui pengeras suara setiap dua jam sekali dan mengarahkan petugas untuk aktif memberikan informasi kepada penumpang terkait peralihan armada,” katanya.
Sementara itu, Kondektur PO Sugeng Rahayu (SR) Selamet mengatakan, pihak perusahaan mengikuti kebijakan pemerintah, namun kondisi penumpang di nilai belum sepenuhnya berpindah.
Baca Juga: Aksi Mahasiswa Dapat Jaminan Kebebasan Berekspresi di Kota Bandung
“Kalau dari pihak perusahaan ikut kebijakan pemerintah. Tapi yang jadi pertanyaan, kalau di pindahkan ke Leuwipanjang kenapa masih ada sebagian basis yang tetap di sini,”kata Selamet.
Menurutnya, Terminal Cicaheum masih menjadi titik yang di kenal masyarakat, terutama penumpang dari wilayah timur Bandung.
“Kalau pindah ke sana seperti mulai dari nol lagi. Kalau di sini sudah tertata, aman, tertib, dan nyaman. Sopir juga merasa lebih nyaman dan bisa beristirahat,” katanya.
(Yusuf Mugni)



