CIAMIS, FOKUSJabar.id: Komitmen Doervoer 100% Ulin dalam menebar kepedulian kepada sesama kembali di buktikan melalui aksi donor darah dan santunan kepada anak yatim, lansia (jompo) serta penyandang Thalasemia yang di gelar di Pendopo Bupati Ciamis, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis yang mengusung tema “Guyub Ngawangun Galuh.”
BACA JUGA:
Sempat Dilanda KLB DBD, Desa di Ciamis Ini Kini Jadi Percontohan Nasional Kemenkes
Sejak pertama kali di gelar pada 2008, kegiatan sosial yang di inisiasi komunitas Doervoer 100% Ulin terus berlangsung secara konsisten.
Selama kurang lebih 18 tahun, Doervoer 100% Ulin telah menyelenggarakan sekitar 72 kali aksi donor darah dan bakti sosial di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis.
Gubernur Doervoer 100% Ulin, Rusna Apriyatna mengatakan, seluruh kegiatan yang di laksanakan tidak bergantung pada proposal bantuan. Melainkan murni lahir dari kepedulian para donatur dan anggota komunitas.
“Doervoer sifatnya bukan proposal, tetapi lebih kepada kepedulian individu. Alhamdulillah banyak donatur yang terus mempercayakan rezekinya melalui kami. Saya hanya menjadi jembatan, semoga seluruh kebaikannya di balas Allah SWT dengan kesehatan dan keberkahan,” ujar Rusna.
Pada kegiatan kali ini, Doervoer 100% Ulin menyalurkan santunan kepada 160 penerima manfaat. Terdiri dari 70 anak yatim, 50 penyandang thalasemia, dan 40 lansia. Masing-masing penerima memperoleh santunan uang tunai sebesar Rp100 ribu.
Rusna mengungkapkan, semula pihaknya menargetkan 150 penerima. Bahkan sempat memiliki keinginan menyesuaikan dengan usia Hari Jadi Kabupaten Ciamis yang ke-384. Namun, di tengah berbagai keterbatasan, jumlah penerima akhirnya bertambah menjadi 160 orang berkat dukungan para donatur.
“Alhamdulillah, meski belum bisa mencapai angka 384, 160 penerima ini sudah sangat berarti. Terima kasih kepada seluruh donatur yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Semoga Allah membalas semua kebaikan mereka,” katanya.
Kebahagiaan para penerima santunan semakin bertambah setelah Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya secara spontan memberikan tambahan 160 paket sembako untuk seluruh penerima manfaat.
BACA JUGA:
PSGC Gabung Persib sebagai Tim Satelit, Balad galuh Minta Identitas dan Kuota Pemain Lokal Tetap Dijaga
Herdiat mengapresiasi konsistensi Doervoer 100% Ulin yang selama bertahun-tahun terus hadir membantu masyarakat melalui donor darah dan berbagai kegiatan sosial.
“Ini kegiatan yang sangat baik dan mulia. Apalagi di laksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Ciamis ke-384. Semangat guyub dan gotong royong seperti inilah yang menjadi ciri khas masyarakat Ciamis,” ujar Herdiat.
Bupati menegaskan, meskipun kondisi fiskal daerah saat ini mengalami penurunan, semangat membangun Ciamis tidak boleh ikut melemah.
Menurutnya, budaya gotong royong masyarakat merupakan modal sosial yang sangat besar dan menjadi kekuatan utama pembangunan.
“Sesulit apa pun pekerjaan, kalau di kerjakan bersama-sama, Insyaallah akan selesai. Gotong royong masyarakat Ciamis luar biasa. Bahkan nilainya jauh lebih besar daripada yang tercatat dalam APBD,” ungkapnya.
Selain donor darah, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap para penyandang thalasemia yang membutuhkan transfusi darah secara rutin.
Rusna menyebut jumlah penyandang thalasemia di Kabupaten Ciamis kini mendekati 200 orang dan setiap bulan membutuhkan stok darah yang memadai.
“Kami mengajak masyarakat untuk rutin mendonorkan darah. Setetes darah yang di donorkan bisa menjadi harapan hidup bagi saudara-saudara kita penyandang thalasemia,” katanya.
Di akhir sambutannya, Rusna turut mengajak seluruh masyarakat mendoakan Bupati Herdiat Sunarya agar senantiasa di beri kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Kabupaten Ciamis serta mengajak semua pihak menjaga kondusivitas daerah.
Konsistensi Doervoer 100% Ulin selama hampir dua dekade menjadi bukti semangat kemanusiaan dan gotong royong terus hidup di tengah masyarakat Ciamis.
Sejalan dengan tema Hari Jadi ke-384 Kabupaten Ciamis, “Guyub Ngawangun Galuh”, kepedulian yang di bangun bersama di yakini menjadi modal penting dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya.
(Mia)



