BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua Umum KONI Jawa Barat, M. Budiana, resmi melantik dan mengukuhkan jajaran kepengurusan KONI Kabupaten Bandung Barat (KBB) masa bakti 2026-2030. Prosesi pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung khidmat di Aula Yayasan Bina Siswa Madani, Jalan Kolonel Masturi, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (17/6/2026). Di bawah komando Tobias Ginanjar Sayyidina, KONI KBB langsung mematok target tinggi untuk menembus posisi enam besar pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar XV tahun 2026.
Ketua Umum KONI KBB, Tobias Ginanjar Sayyidina, menjelaskan bahwa komposisi kepengurusan barunya masih mengandalkan dominasi muka-muka lama. Pihaknya sengaja mempertahankan para pengurus terdahulu, baik yang berasal dari perwakilan cabang olahraga maupun personel internal periode sebelumnya.
“Kami ingin merangkul semua elemen dan menghindari budaya merombak total personel baru dalam kepengurusan yang baru. Kami mempertahankan program yang sudah baik, membenahi sektor yang belum maksimal, serta mengarahkan personel baru agar menyerap pengalaman dari kepengurusan terdahulu,” tutur Tobias, Rabu (17/6/2026).
Tobias menegaskan, momentum pelantikan ini bertindak sebagai langkah awal untuk menggenjot dan menaikkan level pembinaan olahraga prestasi di bumi Bandung Barat. Pihaknya mengharapkan kerja sama solid dari seluruh jajaran pengurus, pemerintah daerah, legislatif, hingga segenap pemangku kepentingan (stakeholder) demi mendongkrak reputasi olahraga KBB.
“Struktur kepengurusan KONI KBB periode ini berkekuatan total 55 orang. Angka ini mengadopsi filosofi nomor punggung 55 milik Frans Putros, pemain profesional yang sukses menembus putaran final Piala Dunia 2026 bersama Timnas Irak. Kami berharap filosofi prestasi mendunia ini menular ke ekosistem olahraga KBB, sehingga atlet-atlet lokal mampu merebut medali di level internasional melalui kolaborasi erat semua pihak,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Viking Persib Club (VPC) tersebut.
Mengulang Kejayaan Masa Lalu
Tantangan terdekat yang sudah menghadang kepengurusan Tobias yakni gelaran akbar Porprov Jabar XV. Pada pesta olahraga multieven kasta tertinggi di Jawa Barat yang akan bergulir tanggal 7 hingga 20 November 2026 tersebut, Tobias optimistis kontingen KBB mampu mengunci posisi di jajaran enam besar.
Pihak KONI menetapkan target tersebut setelah merampungkan pemetaan kekuatan riil para atlet pelatda KBB yang akan bertarung di arena Porprov Jabar XV. Manajemen juga sudah mengalkulasi peta persaingan dan kekuatan dari kota maupun kabupaten kompetitor lain di Jawa Barat.
“Kami menetapkan target ini berdasarkan situasi lapangan yang realistis dan analisis peta kekuatan kompetitor. Kontingen KBB mengandalkan sejumlah cabang olahraga unggulan seperti gulat, menembak, dan anggar untuk mendulang medali emas. Walau target realistis kami berada di peringkat enam besar, kami tetap mengupayakan hasil terbaik agar bisa menembus jajaran lima besar,” tegas Tobias.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Jabar, M. Budiana, menilai Kabupaten Bandung Barat memiliki modal kuat untuk berbicara banyak di panggung Porprov Jabar XV. Menurutnya, target masuk kelompok enam besar merupakan angka yang sangat masuk akal bagi kapasitas atlet KBB saat ini.
“Latar belakang ketuanya yang lahir dari ekosistem pergerakan olahraga membuat kami menaruh harapan besar agar KONI KBB segera bangkit mengukir prestasi. Catatan sejarah membuktikan KBB pernah menembus peringkat lima besar pada ajang Porprov terdahulu. Bahkan mampu mengungguli capaian prestasi kabupaten induknya, yaitu Kabupaten Bandung,” ungkap Budiana.
Sumber Daya Atlet Potensial
Budiana menambahkan, KBB melimpah secara sumber daya manusia di sektor olahraga. Mulai dari keberadaan atlet potensial hingga deretan pakar teknis mumpuni.
Faktor pendukung utama lainnya berupa kehadiran komitmen kuat dari jajaran eksekutif dan legislatif daerah dalam menyokong pendanaan olahraga.
“Undang-undang secara mandatori mengamanatkan bahwa pendanaan bagi program KONI merupakan tanggung jawab pemerintah melalui instrumen dana hibah. Hal ini memerlukan kepedulian dari kepala daerah. Hari ini komitmen itu terlihat nyata di Bandung Barat. Di mana Pak Bupati hadir langsung mendampingi Ketua DPRD beserta para pimpinan OPD. Sinergi ini krusial karena KONI tidak akan bisa berjalan sendiri dalam membina prestasi olahraga,” pungkas Budiana.
(Ageng)



