spot_imgspot_img
Selasa 16 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dicky Candra Nyanyi ‘Kabogoh Jauh’, Ratusan Warga dan Santri Langsung Bersorak

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Lembaga pendidikan keagamaan Madrasah Diniyyah Takmiliyah Attarbiyah (MDTA) Al Ma’arij Babakan Pala, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, menggelar pesta kelulusan Akhirussanah atau Imtihan. Manajemen madrasah memusatkan kemeriahan acara tersebut di area halaman utama MDTA Al Ma’arij, Kelurahan Karsamenak, Selasa (16/6/2026) malam.

Ajang tahunan ini berlangsung sangat semarak hingga memikat perhatian ratusan warga setempat. Barisan tenda tampak penuh sesak oleh para santri yang mengenakan seragam rapi, sementara para orang tua sibuk mengabadikan momen wisuda kecil itu menggunakan kamera ponsel pintar. Gemuruh sorak bangga warga berulang kali memecah suasana setiap kali pembawa acara memanggil nama santri berprestasi untuk naik ke atas panggung utama.

Baca Juga: Sambut 1 Muharam 1448 H, Pemkot Tasikmalaya Gelar Zikir Akbar dan Doa Bersama

Kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, bertindak sebagai magnet utama yang mendongkrak semangat para santri. Anak-anak madrasah langsung menyambut kedatangan orang nomor dua di Kota Resik itu dengan lantunan nadom suci serta mars kebanggaan lembaga mereka yang membahana.

Ketua RW 10 Babakan Pala, Deni Buldani, tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Ia melayangkan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan warga yang bersedia bahu-membahu menyukseskan hajatan istimewa bermuatan memori indah tersebut.

“Pergelaran Imtihan ini mencetak sukses besar dan mengonfirmasi bahwa warga Babakan Pala sangat solid. Seluruh elemen masyarakat mau menggerakkan tenaga, menyumbangkan pikiran, hingga menyisihkan dana demi menghadirkan kegembiraan bagi anak-anak kita,” tutur Deni Buldani, Selasa (16/6/2026) malam.

Deni menilai kehadiran pimpinan Pemkot Tasikmalaya tersebut mendatangkan berkah ganda sekaligus menyuntikkan motivasi masif bagi para santri serta masyarakat Kawalu. Ia berharap petuah motivasi dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya mampu melecut semangat anak-anak untuk lebih tekun menuntut ilmu agama.

Lebih lanjut, Deni menginginkan agar agenda yang sarat kebahagiaan ini tidak menguap sebagai seremonial tahunan belaka. Momentum ini harus bertindak sebagai jembatan untuk memperkuat kekompakan, mempererat tali silaturahmi, serta mengundang keberkahan bagi wilayah kampung mereka.

Hadapi Arus Digital, Orang Tua Mesti Tanamkan Nilai Qurani Sejak Dini

Pada sesi pidato, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara melempar pujian terhadap tingginya budaya gotong royong yang melekat erat pada warga Babakan Pala. Tokoh pemimpin yang juga seniman nasional ini memaparkan bahwa lembaga pendidikan madrasah memegang peran yang sangat vital dalam membentengi anak-anak di tengah derasnya arus digitalisasi modern.

“Menjadi anak yang pintar saja tidak lagi cukup untuk memenangi persaingan di era globalisasi ini. Generasi muda Kota Tasikmalaya wajib mengantongi nilai-nilai Qurani, berkarakter kuat, serta menunjukkan akhlakul karimah. Lembaga madrasah seperti ini bertindak sebagai lahan subur untuk menyemai benih-benih kebaikan tersebut,” jelasnya.

Ia mengingatkan para orang tua dan jajaran guru MDTA bahwa derasnya arus informasi digital berpotensi menggerus adab serta merusak karakter anak. Oleh sebab itu, lingkungan keluarga dan sekolah harus kompak menanamkan fondasi akhlak mulia serta nilai spiritual keagamaan sejak usia dini. Menurutnya, kecanggihan teknologi akan kehilangan maknanya apabila moralitas generasi penerus runtuh.

Ia juga membakar semangat para santri MDTA Al Ma’arij agar lebih rajin membaca buku, menaruh hormat pada guru, serta memfungsikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup utama. Ia menyebut anak-anak madrasah merupakan calon pemimpin masa depan yang akan mengendalikan arah pembangunan daerah.

Suasana Imtihan mendadak berubah semakin meriah dan penuh kehangatan pasca-sesi pidato formal. Ia langsung mengambil mikrofon dan bernyanyi secara interaktif di hadapan ratusan tamu undangan.

Saat ia mendendangkan lagu legendaris “Kabogoh Jauh”, lautan massa langsung berdiri dan merangsek maju ke area depan panggung. Warga bersama para santri larut dalam alunan musik, menyanyi bersama, dan mencairkan suasana malam yang dingin menjadi penuh keakraban.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru