spot_imgspot_img
Minggu 14 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

KAHMI Ciamis Siapkan Universitas Insan Cita, Modalnya Ratusan Alumni Bergelar S2 dan S3

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) III Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Ciamis menelurkan momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi lokal. Di luar agenda rutin penyegaran struktur internal, forum pemikir hijau hitam ini resmi meluncurkan gagasan besar berupa cetak biru pendirian Universitas Insan Cita di tatar Galuh Ciamis.

Wadah berkumpulnya para intelektual muslim tersebut mengambil lokasi di Saung Sakola Motelar, Cibunar, Kecamatan Sadananya, Jumat (12/6/2026). Di hadapan ratusan peserta, anggota Presidium Daerah KAHMI Ciamis, Budi Kurnia, membeberkan ambisi jangka panjang organisasi untuk mendirikan sebuah universitas mandiri sebagai inkubator pengabdian akademik para alumni.

Budi menilai kekuatan jaringan alumni HMI yang kini mencengkeram berbagai sektor strategis nasional mulai dari lingkar birokrasi, kursi legislatif, hingga dunia profesional menjadi modal dasar yang sangat kokoh. Menurutnya, publik dapat menjumpai kiprah nyata para alumni dari ujung Sabang sampai Merauke dengan bobot kontribusi yang patut diperhitungkan.

“Pengalaman saya pribadi saat menginjakkan kaki di berbagai provinsi di luar Jawa Barat selalu membuktikan hal itu. Saya hampir selalu bersua dengan alumni HMI yang menjabat sebagai birokrat, legislator, hingga profesor kampus. Bahkan saat saya berkunjung ke tanah Papua. Mereka semua eksis dan mewarnai daerah masing-masing,” tutur Budi Kurnia.

Siasati Keterbatasan Kursi Politik, KAHMI Bidik Pengabdian Jalur Kampus

Budi menegaskan bahwa kiprah kader dan alumni HMI sudah teruji dalam lintasan sejarah berbagai institusi negara. Kendati demikian, KAHMI Ciamis melihat adanya peluang ekspansi kontribusi yang jauh lebih berdampak luas jika organisasi berani menerjunkan kekuatannya ke sektor pendidikan tinggi secara mandiri.

Analisis strategis Budi menunjukkan bahwa profesi sebagai akademisi menyediakan ruang pengabdian masyarakat yang tidak terbatas waktu dan regulasi periodik. Jka publik membandingkannya dengan ranah politik praktis. Melimpahnya jumlah alumni KAHMI Ciamis yang telah merampungkan studi magister (S2) hingga doktoral (S3) membuat proyek pembangunan universitas baru ini menjadi target yang sangat rasional.

“Kursi di lembaga eksekutif maupun legislatif memiliki batas kuota posisi yang sangat ketat. Kondisi ini berbeda 180 derajat dengan dunia akademik yang ruang cakupannya begitu luas tanpa batas. Skuad kami memiliki modal ratusan alumni bergelar S2 dan doktor. Bermodalkan jargon abadi ‘Yakin Usaha Sampai’ (Yusa), kami resmi memulai diskusi awal untuk mematangkan fondasi pembangunan Universitas Insan Cita ini,” kata Budi.

Program Kerja Kongkret

Ia menaruh harapan besar agar gerbong kepengurusan KAHMI Ciamis periode anyar bersedia mengawal kelanjutan gagasan besar tersebut. Sekaligus menelurkan program kerja konkret yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat lokal.

Sementara itu, Ketua Panitia Musda III KAHMI Ciamis, Dapid Firdaus, menyebut agenda musyawarah lima tahunan ini sengaja dikemas secara minimalis. Panitia memilih menonjolkan aspek keintiman, kebersamaan, dan nuansa kekeluargaan antar-generasi.

“Kami sengaja mengonsep jalannya Musda kali ini dengan format yang lebih sederhana dan penuh keakraban. Mengingat kepengurusan periode sebelumnya sudah memasuki masa demisioner. Fokus utama kami adalah menyepakati jajaran presidium baru serta membedah haluan pergerakan organisasi ke depan,” jelas Dapid.

Hajatan konsolidasi ini sukses menyedot kehadiran sekitar 200 alumni HMI dari lintas angkatan dan profesi.

Sejumlah pesohor alumni tampak hadir mengawal jalannya Musda, antara lain akademisi Dr. Tatang Ibrahim, Ketua KPU Ciamis Oong Ramdani, Ketua Bawaslu Ciamis Jajang Miftahudin, serta dua legislator DPRD Ciamis, Nur Muttaqin dan Mohammad Ijudin. Rapat pleno akhir akhirnya menetapkan lima nama sebagai Presidium Daerah KAHMI Ciamis yang baru, yakni Endin Lidinilah, Dafid Firdaus, Budi Rahman, Dadi Ahmad Fauzi, dan Nur Muttaqin.

(Rilis Kahmi)

spot_img

Berita Terbaru