GARUT, FOKUSJabar.id: Petugas kesehatan Lingkungan PKM Cisewu Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) gelar kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas bagi Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Cisewu, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan tersebut untuk memperkuat peran relawan dalam menyajikan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang aman, sehat dan memenuhi standar gizi.
BACA JUGA:
Pemkab Garut-Provinsi Bengkulu Bahas Akselerasi Pembangunan
Pesertanya meliputi, Kepala SPPG, ahli gizi, relawan dan mitra yang terlibat dalam penyediaan makanan.
Petugas kesehatan lingkungan PKM Cisewu memberikan edukasi mengenai standar kebersihan dapur. Mulai dari pemilihan bahan makanan, penyimpanan, proses pencucian, pengolahan hingga penyajian makanan.
Selain itu, di lakukan juga pemeriksaan sanitasi SPPG. Di antaranya, kualitas air bersih, ventilasi, drainase, penataan ruang, kebersihan peralatan masak dan pengelolaan limbah.
Promotor Kesehatan PKM Cisewu, Aan Sutiyana mengatakan, pembinaan ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung program nasional dan daerah terkait peningkatan gizi masyarakat.
“SPPG harus menjadi contoh dapur sehat. Kualitas makanan yang sehat dan aman sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak serta kesehatan keluarga,” kata Aan.
Pihaknya berharap, melalui pembinaan ini pengelola dapur MBG dapat menerapkan standar sanitasi dan keamanan pangan secara konsisten. Sehingga masyarakat dapat menerima makanan yang tidak hanya enak, tetapi juga aman dan berkualitas.
Perwakilan SPPG Cisewu 2, Warman menjelaskan bahwa pelatihan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan gizi untuk petugas serta penjamah makanan program MBG rutin di gelar CV Handoyo Sewu (mitra), Yayasan Yasspira Indonesia Maju dan pihak Puskesmas.
BACA JUGA: Pemkab Garut-Provinsi Kepri Jajaki Kerja Sama Tingkatkan IPM
Dia juga menyampaikan, pelatihan ini di gelar untuk memastikan bahwa setiap proses pengolahan, penyajian dan kandungan menu memenuhi standar keamanan pangan serta Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Pj Kepala Desa Cisewu, Thomas menyebut, pembinaan relawan adalah investasi kesehatan.
“Segala bentuk pengeluaran biaya, waktu dan sumber daya yang di lakukan hari ini untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di masa depan,” singkat Thomas.
(Yan Fajari)



