spot_imgspot_img
Rabu 10 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Warga Cijulang Pangandaran Soroti Maraknya Vila di Bantaran Sungai

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Maraknya pembangunan vila dan bangunan usaha wisata di sepanjang aliran Sungai Cijulang hingga Batu Karas, Kabupaten Pangandaran, mendapat sorotan warga.

Masyarakat khawatir pesatnya pembangunan tanpa pengawasan lingkungan yang ketat dapat mengancam kelestarian kawasan wisata unggulan tersebut. 

‎Paguyuban Masyarakat Cijulang Bersatu, Endang Sukara mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perkembangan pembangunan di sepanjang Sungai Cijulang, khususnya dari kawasan Green Canyon hingga Jembatan Jaya Perkasa atau Sodongkopo. 

Baca Juga: Warga Pangandaran Rindu Kepemimpinan Jeje Wiradinata,”Satu Periode Lagi”

‎”Sekarang mulai dari Green Canyon sampai Jembatan Sodongkopo itu sudah banyak berdiri vila. Pertanyaannya, limbahnya ke mana? Ada pengawasan ketat dari pemerintah atau tidak?” kata Endang saat di wawancarai, Rabu (10/6/2026). 

‎Menurut Endang, kawasan tersebut mulai di penuhi vila dan restoran yang berdiri di sekitar bantaran sungai. Ia mengaku melihat ada restoran yang membuang limbah ke anak sungai yang bermuara ke Sungai Cijulang. 

‎‎Selain itu, Ia menilai Sungai Cijulang merupakan aset wisata penting bagi Pangandaran karena menjadi bagian dari kawasan wisata Green Canyon yang di kenal masih alami. Ia meminta pemerintah tidak hanya fokus pada kawasan wisata yang sudah ramai seperti Pantai Pangandaran. 

‎”Jangan sampai menunggu kawasan ini penuh dan bermasalah dulu baru di tangani. Pengawasan harus di lakukan sejak sekarang,” ujarnya. 

‎Meski belum merasakan dampak langsung, Endang khawatir terhadap risiko jangka panjang, terutama potensi banjir akibat berkurangnya daerah resapan air. Ia menyebut banyak lahan rawa mulai di timbun dan di alihfungsikan menjadi bangunan komersial. 

‎”Kalau sekarang mungkin belum terasa efeknya. Tapi ke depan saya yakin bisa terjadi. Banyak rawa yang di urug dan di jadikan vila. Itu bisa mempercepat terjadinya banjir. Cijulang sebenarnya termasuk daerah yang rawan banjir,” kata Endang. 

Persoalan Limbah dan Tata Ruang

‎‎Selain persoalan limbah dan tata ruang, ia juga menyoroti bangunan baru yang semakin mendekati bibir sungai. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah bangunan baru di kawasan itu terus bertambah. 

‎”Dari arah Green Canyon menuju Batu Karas sekarang sudah banyak bangunan baru, terutama vila. Jumlahnya lebih dari sepuluh bangunan. Bahkan ada beberapa yang masih dalam tahap pembangunan,” ujarnya. 

Baca Juga: Anggaran Belum Cair, SPPG Bagolo Kalipucang Pangandaran Tutup

‎Endang mengakui perkembangan pariwisata memberi dampak positif terhadap perekonomian daerah dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Namun, menurut dia, pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan upaya menjaga lingkungan. 

‎”Pasti ada manfaat ekonomi dan PAD yang masuk. Tapi lingkungan juga harus di perhatikan. Jangan sampai karena mengejar pembangunan, sungai dan kawasan wisata justru rusak,” katanya. 

‎Ia berharap pemerintah daerah dan dinas terkait meningkatkan pengawasan terhadap pembangunan dan pengelolaan limbah di kawasan wisata Cijulang dan Batu Karas agar keberlanjutan lingkungan tetap terjaga di tengah pertumbuhan sektor pariwisata.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru