CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dewan Pembina Universitas Galuh (Unigal) Ciamis, Agun Gunandjar Sudarsa, mengingatkan ratusan wisudawan baru agar mengedepankan integritas moral, kolaborasi lintas disiplin, serta nilai-nilai spiritualitas saat melangkah masuk ke medan kerja asli yang sarat tantangan ekonomi global.
Agun melayangkan pesan bernas tersebut saat menghadiri langsung sidang terbuka prosesi wisuda Universitas Galuh yang melibatkan lebih dari 400 lulusan anyar di bawah naungan kampus konservasi tersebut.
Dalam untaian sambutannya, tokoh nasional ini terlebih dahulu memberikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang sukses merampungkan masa studi pendidikan tinggi mereka. Ia juga menyematkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Rektor Unigal beserta segenap jajaran senat akademik atas rupa-rupa lompatan prestasi yang berhasil pihak kampus amankan.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan. Apresiasi besar juga tertuju untuk Rektor beserta jajaran yang telah sukses membawa sejumlah fakultas meraih predikat akreditasi ‘UNGGUL’ serta rupa-rupa capaian prestisius lainnya,” ujar Agun Gunandjar Sudarsa, Selasa (9/6/2026).
Agun memproyeksikan para lulusan periode ini bakal berbenturan langsung dengan atmosfer persaingan yang kian ketat di tengah akumulasi persoalan bangsa. Ia mencontohkan rintangan riil saat ini mulai dari badai korupsi, maraknya pelanggaran hukum dan angka kemiskinan. Hingga sempitnya ketersediaan lapangan kerja baru.
Oleh karena itu, ia menggarisbawahi bahwa kepemilikan karakter jujur dan integritas tinggi menjadi modal paling utama bagi alumni dalam menavigasi kehidupan pascakampus.
Gus Agun Minta Lulusan Bumi Galuh Gandeng Orang Teknik dan Ekonomi Ciptakan Lapangan Kerja
Agun menitipkan pesan agar para alumni Unigal selalu mengawali setiap gerakan dan keputusan hidup dengan balutan nilai keimanan. Serta menanamkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Tuhan Yang Maha Kuasa yang menghendaki kita lahir ke dunia ini, bukan atas kemauan diri kita sendiri. Karena itu, kuncilah setiap niat dan langkah awal Saudara dengan mengucap basmalah. Terlebih dengan menyebut nama Tuhan sesuai dengan ajaran keyakinan masing-masing,” tuturnya.
Selain urusan spiritual, Agun mengajak para lulusan untuk memiliki kelapangan dadaan dalam menghormati silang perbedaan pandangan maupun gagasan di tengah interaksi sosial masyarakat. Menurut pandangannya, keberagaman opini merupakan sunatullah atau keniscayaan hidup yang wajib manusia terima. Melalui sikap saling menghargai, bukan justru menjadikannya pemantik konflik.
“Di era penuh ketidakpastian (vuca) seperti sekarang, kita dituntut mampu menjunjung tinggi pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita. Tidak melulu harus terjebak dalam lingkaran pro dan kontra yang tidak produktif. Kita harus melihat perbedaan sebagai hal yang wajar,” jelasnya.
Lebih lanjut, politisi senior ini mendorong para alumni untuk merombak mentalitas mereka dari sekadar pemburu lowongan kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan pekerjaan (job creator) melalui skema kolaborasi lintas disiplin keilmuan.
Ia mencontohkan simulasi taktis di mana lulusan dari rumpun ilmu yang berbeda wajib menyatukan potensi demi membangun ekonomi pedesaan di tatar Galuh.
“Lulusan teknik bisa saling menggandeng lulusan ekonomi. Kalian harus bersatu, bermusyawarah, lalu melahirkan peluang bisnis baru yang konkret. Manfaatkan sektor UMKM atau rupa-rupa potensi lokal yang hari ini berserakan di tengah masyarakat,” kata Agun.
Ia meyakini, andai para alumni konsisten mengawinkan tiga formula utama tersebut, yakni pondasi spiritualitas yang kokoh dan sikap menghormati keberagaman. Serta ketangkasan dalam membangun kemitraan maka masyarakat akan memberikan kepercayaan penuh kepada mereka di dunia profesional.
“Insya Allah, formula ini akan membentuk alumni Unigal menjadi figur yang terpercaya. Sekaligus menjelma sebagai kebanggaan sejati bagi masyarakat Tatar Galuh Ciamis,” pungkasnya.
(Irfansyah)



