BANDUNG, FOKUSJabar.id: Satria Muda Pertamina Bandung raih kemenangan atas Bogor Hornbills dengan skor 89–81 pada second round semifinals IBL 2026 di Bandung Arena, Kota Bandung, Minggu (7/6/2026) malam.
Pada pertandingan tersebut secara statistik, Satria Muda unggul dalam rebound dengan total 48 berbanding 40. Akurasi free throw di angka 80 persen membantu tim memperjauh selisih skor.
BACA JUGA:
IBL 2026 Terapkan Best of Five di Babak Semifinal
Akurasi field goals 42 persen (30/70). Termasuk 46 persen untuk tembakan dua poin dan 36 persen untuk tembakan tiga poin. Kontribusi bench point dengan 11 poin dan 23 assist menjadi catatan positif bagi Satria Muda Pertamina Bandung.
Djordje Jovicic menilai, penampilan anak asuhnya mengalami perubahan di bandingkan laga sebelumnya.
“Saya melihat dua tim yang benar-benar berbeda. Kami bermain dengan energi, kontak fisik serta tanggung jawab besar. Baik dalam menyerang maupun bertahan,” ucapnya.
Djordje Jovicic memberikan apresiasi atas kerja keras dan tanggung jawab yang di tunjukkan pemain sepanjang pertandingan.
“Saya harus memberikan apresiasi kepada tim karena sepanjang pertandingan kami mampu mengontrol jalannya laga,” ujarnya.
Menurutnya di akhir kuarter ketiga dan keempat lawan sempat kembali bangkit. Tetapi Satria Muda Pertamina Bandung segera merespons dengan baik.
“Kami tidak memberi mereka kesempatan untuk mencetak poin mudah. Sehingga setiap poin harus di perjuangkan. Inilah cara bermain yang seharusnya kami tunjukkan,” katanya.
“Dan saya yakin para pemain sudah mengambil pelajaran dari pertandingan sebelumnya melawan Hangtuah. Satu-satunya jalan adalah bermain basket dengan semangat, menikmati kompetisi dan bertarung sepenuh hati,” Djordje Jovicic menambahkan.
BACA JUGA:
Satria Muda Kalah dari Bogor Hornbills di Laga Perdana Semifinal IBL 2026
Meski berhasil meraih kemenangan, Djordje Jovicic menjelaskan detail teknis serta tantangan yang masih harus di perbaiki.
Ia juga menekankan bahwa semifinal adalah panggung kompetisi tertinggi di mana fokus, kebersamaan dan dukungan suporter menjadi faktor penentu.
“Secara teknis, kami melakukan beberapa penyesuaian. Mulai dari pertahanan pick and roll hingga spacing pada cross screen. Namun kami masih belum sepenuhnya mengontrol transisi, karena lawan mencetak hampir 28 poin dari situasi tersebut,” ucapnya.
“Ada juga masalah spacing ketika Jalen menghadapi penjagaan kecil dan saat mereka melakukan trap. Itu menjadi catatan penting untuk di perbaiki di laga berikutnya,” tegasnya.
(Arif)



