spot_imgspot_img
Senin 8 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Bekasi Buka Ruang Kolaborasi bagi Mahasiswa dalam Konfercab VII PMII

BEKASI,FOKUSJabar.id: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bekasi memanfaatkan momentum Konferensi Cabang (Konfercab) VII untuk mempertegas komitmen dan kontribusi mahasiswa dalam mengawal pembangunan daerah. Forum tertinggi ini bukan sekadar menjadi panggung pergantian estafet kepemimpinan, melainkan juga wadah konsolidasi akbar serta kompas arah gerakan kader dalam menjawab rupa-rupa tantangan sosial kemasyarakatan.

Para aktivis mahasiswa ini memadati Aula KH Noer Alie di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Minggu (7/6/2026). Demi menyelaraskan langkah ke depan, panitia mengusung tema besar “Reaktualisasi Gerakan PMII: Dari Ruang Diskursus Menuju Aksi Nyata untuk Bekasi”. Tajuk ini membawa pesan kuat tentang urgensi transformasi gagasan teoretis menjadi gerakan konkret yang menyentuh langsung kepentingan publik.

Baca Juga: 10 Wisata Alam Viral di Jawa Barat yang Wajib Masuk Daftar Liburan

Ratusan kader dan fungsionaris pengurus PMII dari berbagai level komisariat hingga rayon se-Kabupaten Bekasi turut mengawal jalannya forum. Selain mengevaluasi kinerja kepengurusan demisioner, para peserta konfrensi juga mempererat sinergi guna merumuskan draf program kerja strategis untuk periode mendatang.

Mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bekasi, Asep Buchori, memberikan apresiasi tinggi terhadap visi gerakan mahasiswa tersebut. Menurutnya, tema konferensi kali ini sangat relevan dengan kebutuhan daerah yang menuntut partisipasi aktif generasi muda.

“Generasi muda tidak hanya dituntut kritis dalam berpikir dan berdiskusi, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tegas Asep Buchori.

Merawat Nilai-nilai Kebangsaan

Asep menilai PMII sebagai kawah candradimuka yang memiliki rekam jejak panjang dalam mencetak tokoh bangsa dan pemimpin daerah. Atas dasar itu, ia menempatkan PMII pada posisi strategis untuk merawat nilai-nilai kebangsaan, mengawal iklim demokrasi, sekaligus menjadi mitra kritis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Bekasi memandang mahasiswa sebagai agen perubahan potensial yang memiliki pasokan energi, idealisme murni, dan kapasitas intelektual mumpuni. Oleh sebab itu, pihak eksekutif membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya bagi organisasi kepemudaan untuk ikut terlibat dalam mendesain kemajuan daerah.

“Saat ini Kabupaten Bekasi terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong inovasi di berbagai sektor. Dalam proses tersebut kami membutuhkan gagasan segar, pemikiran konstruktif, dan partisipasi aktif dari generasi muda, termasuk kader PMII,” imbuh Asep Buchori.

Ia juga mengajak seluruh peserta sidang untuk menghidupkan suasana musyawarah yang demokratis. Kemudian menjunjung tinggi nilai persaudaraan, menghargai perbedaan warna pemikiran. Serta menempatkan marwah organisasi dan maslahat publik di atas kepentingan pribadi atau faksi.

Ketua DPRD Bekasi: Aksi Mahasiswa Harus Berbasis Kajian dan Tawarkan Solusi

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, turut membakar semangat para kader PMII. Ia mendesak kaum intelek muda ini untuk terus merawat identitasnya sebagai pengawal nilai universal, keadilan sosial, dan integritas kebangsaan. Ade menegaskan bahwa fungsi mahasiswa tidak boleh mandek pada ruang kritik tanpa alternatif solusi.

“Ruang diskursus harus tetap hidup. Yang membedakan mahasiswa dengan kelompok lain adalah setiap aksi yang dilakukan memiliki landasan kajian dan argumentasi yang kuat. Aksi harus memiliki bobot dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Ade Sukron.

Ade juga mendorong jajaran pengurus PMII Kabupaten Bekasi ke depan untuk aktif membangun jembatan komunikasi. Selanjutnya menjalin kemitraan dengan pemangku kebijakan, baik eksekutif maupun legislatif di gedung dewan. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam mengawal transparansi anggaran serta memperjuangkan hak-hak masyarakat secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Ia menaruh harapan besar agar forum Konfercab VII ini melahirkan susunan pengurus yang adaptif terhadap dinamika zaman. Kemudian mampu memformulasikan program yang menyentuh akar rumput. Ade menilai riak dalam forum organisasi sebagai hal lumrah, asalkan semua pihak menjaga kehormatan organisasi demi melahirkan kepemimpinan yang solid.

Melalui perhelatan Konfercab VII ini, PMII Kabupaten Bekasi berpeluang besar memperkuat fondasi internal organisasi sekaligus memproduksi ide-ide segar. Output dari konferensi ini nantinya akan menjadi sumbangsih nyata dalam menggerakkan roda kemajuan Kabupaten Bekasi. Melalui jalinan kemitraan antara mahasiswa, birokrasi, dan seluruh elemen masyarakat.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru