spot_imgspot_img
Minggu 7 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jarum Pentul Berkarat Ditemukan dalam Paket MBG di Pangandaran, DPRD Minta Evaluasi Total

PANGANDARAN,FOKUSjabar.id: Jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran mendadak menuai sorotan tajam publik. Hal ini terjadi menyusul adanya temuan mengejutkan berupa benda tajam berbahaya jenis jarum pentul berkarat di dalam kemasan paket makanan untuk masyarakat.

Kasus kelalaian pangan ini menyasar paket kiriman logistik dari Dapur Umum Maruyungsari 1, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Kabar miring tersebut mencuat ke permukaan setelah sejumlah warga setempat melayangkan aduan resmi pasca-menemukan jarum berkarat yang tertimbun di dalam jatah nasi MBG anak mereka.

Baca Juga: Fraksi PDI Perjuangan Pangandaran Soroti 3 Pengecualian TPP

Merespons keluhan fatal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, Solihudin, langsung mengeluarkan imbauan keras. Ia meminta para orang tua, terutama yang mengasuh anak usia bawah lima tahun (balita) selaku penerima manfaat utama MBG, untuk memperketat kewaspadaan dan selalu memeriksa detail makanan sebelum menyuapkannya ke anak.

“Saya menerima laporan langsung dari warga mengenai penemuan benda berbahaya menyerupai jarum pentul berkarat di dalam paket MBG. Kami menduga ada keteledoran dari petugas atau relawan di dapur umum saat proses penyiapan makanan,” ungkap Solihudin, Minggu (7/6/2026).

Solihudin menilai bahwa akar masalah dari kelalaian ini bersumber pada rendahnya kedisiplinan para pekerja dapur dalam mematuhi standar operasional prosedur (SOP) higienitas. Salah satu indikasi kuatnya yaitu kebiasaan para relawan yang enggan memakai alat pelindung diri (APD) secara lengkap saat mengolah makanan di area produksi.

Desak Sterilisasi Area Kerja, Dewan Ingatkan Jangan Sampai Ada Korban Jiwa

Lebih lanjut, legislator asal Pangandaran ini menuntut pihak pengelola program MBG segera melakukan evaluasi total terhadap manajemen kerja lapangan. Ia menegaskan bahwa pihak dapur wajib menempatkan aspek higienitas, serta jaminan keamanan pangan pada kasta tertinggi. Agar program nasional yang bertujuan mulia ini tidak berbalik arah menjadi mesin pembunuh masyarakat.

“Pihak pengelola MBG harus jauh lebih berhati-hati. Jangan sampai nanti timbul korban jiwa atau hal-hal yang tidak kita inginkan hanya gara-gara kelalaian dalam menyajikan makanan,” tegas Solihudin.

Sebagai bentuk tindakan preventif ke depan, Solihudin mendesak instansi terkait untuk memperketat jaring pengawasan. Tentunya di seluruh titik dapur produksi MBG se-Kabupaten Pangandaran.

Ia meminta pengelola menerapkan proses sterilisasi ketat bagi setiap petugas maupun lingkungan tempat kerja. Langkah drastis ini menjadi harga mati. Demi menggaransi setiap kotak makanan yang sampai ke tangan anak-anak sekolah benar-benar berada dalam kondisi steril, aman, serta layak konsumsi.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru