spot_imgspot_img
Selasa 2 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Curah Hujan Tinggi, BPBD Cianjur Intensifkan Mitigasi Bencana

CIANJUR, FOKURJabar.id: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Jawa Barat (Jabar) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan lebat yang di perkirakan terjadi dalam dua hari ke depan.

Peringatan tersebut di sampaikan setelah mendapat informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan tingginya potensi hujan di sejumlah wilayah Jawa Barat. Termasuk Kabupaten Cianjur.

BACA JUGA:

Duka Mendalam Dedi Mulyadi untuk Dokter Muda di Cianjur, Gugur Melawan Wabah Campak

Ancaman cuaca ekstrem tersebut di nilai perlu mendapat perhatian serius. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Curah hujan yang tinggi berpotensi memicu berbagai kejadian hidrometeorologi. Seperti banjir, longsor hingga pohon tumbang.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Cianjur bersama berbagai unsur terkait mulai meningkatkan kesiapsiagaan di seluruh wilayah. Upaya mitigasi di lakukan untuk meminimalkan risiko dan mempercepat penanganan apabila terjadi bencana.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat menjelaskan,  peringatan dini tersebut di terbitkan berdasarkan surat yang di keluarkan BMKG Bandung.

Dalam informasi tersebut di sebutkan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Barat di perkirakan akan mengalami hujan lebat dalam beberapa hari ke depan.

Ia menekankan pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan. Terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi.

Warga juga di minta lebih peka terhadap tanda-tanda alam yang berpotensi mengindikasikan terjadinya bencana.

Kewaspadaan di nilai semakin penting ketika hujan deras terjadi pada malam hari. Dalam kondisi tertentu, masyarakat di imbau tidak menunda evakuasi apabila melihat adanya tanda-tanda yang dapat membahayakan keselamatan.

BACA JUGA:

Kasus Korupsi PJU Cianjur, PN Bandung Didemo Mahasiswa

“Peringatan dini di sebar ke seluruh wilayah. Mulai dari utara hingga selatan melalui aparat desa dan kecamatan serta relawan agar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai atau yang dekat dengan tebing rawan longsor meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Untuk mendukung langkah mitigasi, BPBD menyiagakan petugas beserta sekitar 360 relawan yang tersebar di berbagai desa dan kecamatan.

Mereka bertugas melakukan pemantauan kondisi wilayah sekaligus memberikan respons cepat apabila terjadi bencana.

Selain melakukan pengawasan, para relawan juga di arahkan untuk membantu proses evakuasi ketika di temukan indikasi kuat terjadinya bencana.

Langkah tersebut di lakukan agar penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

BPBD juga mengeluarkan imbauan khusus kepada pengelola destinasi wisata alam di wilayah Cianjur.

Pengelola wisata air maupun kawasan pantai di minta meningkatkan pengawasan serta melarang wisatawan mendekati sumber air atau berenang di area yang berpotensi berbahaya.

Hal tersebut di lakukan karena gelombang tinggi maupun peningkatan debit air dapat terjadi sewaktu-waktu dan berpotensi mengancam keselamatan pengunjung.

Kewaspadaan ekstra di perlukan mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.

Di sisi lain, para pengendara yang melintasi jalur utama Cianjur, mulai dari kawasan Puncak hingga wilayah selatan juga di minta lebih berhati-hati selama berkendara.

Pengguna jalan di sarankan tidak memaksakan perjalanan saat hujan turun sangat deras.

Sepanjang jalur tersebut terdapat sejumlah titik yang rawan pohon tumbang maupun gangguan lain akibat cuaca buruk. Karena itu, keselamatan perjalanan harus menjadi prioritas utama selama periode cuaca ekstrem berlangsung.

“Kami melibatkan berbagai kalangan. Termasuk masyarakat dalam melaporkan situasi terkini pada dua hari ke depan yang di prediksi akan di landa hujan deras serta menggencarkan imbauan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap bencana alam,” kata Asep Sudrajat.

BPBD Cianjur mencatat dalam dua bulan terakhir sejumlah wilayah telah terdampak bencana banjir dan longsor. Beberapa kecamatan yang mengalami kejadian tersebut antara lain Kecamatan Mande, Cikalongkulon, Sukaluyu, Karangtengah, Cibeber, dan Campaka.

Akibat bencana yang terjadi di sejumlah wilayah tersebut, puluhan kepala keluarga sempat mengungsi untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Kondisi itu menjadi pengingat bahwa potensi bencana masih perlu di waspadai. Terutama ketika curah hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru