TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tasikmalaya meluncurkan aksi kepedulian sosial yang menginspirasi guna menyambut hari jadinya yang ke-27 pada 1 Juni 2026 mendatang. Manajemen BUMN ini memilih absen dari perayaan mewah dan beralih membagikan kebahagiaan lewat penyaluran bantuan pakaian layak pakai kepada masyarakat yang membutuhkan, Senin (25/5/2026).
Aksi kemanusiaan tersebut menyentuh berbagai lapisan masyarakat secara hangat, mulai dari penghuni pusat rehabilitasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) hingga kelompok ibu-ibu binaan PNM di pelosok daerah Priangan Timur.
Baca Juga: Liga Jabar Istimewa 2026 Resmi Ditutup, 12 Tim Tasikmalaya Siap Guncang Jawa Barat
Salurkan Bantuan Kain ke Pusat Rehabilitasi ODGJ
PNM Tasikmalaya membidik Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya sebagai salah satu titik utama penyaluran bantuan. Lembaga sosial tersebut saat ini menampung sedikitnya 260 warga binaan ODGJ.
Pimpinan PNM Cabang Tasikmalaya, Ara Koswara, menyerahkan langsung paket bantuan tersebut kepada Pendiri sekaligus Ketua Yayasan Mentari Hati, Dadang Heryadi. Bagi pihak yayasan, pasokan pakaian layak pakai ini menjadi solusi jitu mengingat para warga binaan sering kali merusak pakaian mereka sendiri tanpa sadar.
“Kami mendatangi Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya dengan misi utama mempererat silaturahmi sekaligus membagikan kebahagiaan bagi warga yang tinggal di panti rehabilitasi ini. Kami berharap paket pakaian ini memberikan manfaat nyata,” tutur Ara Koswara.
Ketua Yayasan, Dadang Heryadi, sempat meneteskan air mata haru saat menerima kunjungan resmi dan perhatian dari manajemen PNM:
“Alhamdulillah, mayoritas orang sering memandang yayasan ini sebelah mata karena mengurus ODGJ. Namun, PNM Cabang Tasikmalaya justru membuktikan kepedulian mereka dengan datang langsung ke sini,” ucap Dadang.
Usung Program ‘Re 3’: Ubah Koleksi Karyawan Jadi Berkah
Uniknya, paket pakaian yang tersebar tersebut bukan merupakan produk tekstil baru dari toko, melainkan koleksi baju kesayangan milik para karyawan PNM yang mereka kumpulkan secara sukarela. PNM mengemas gerakan keberlanjutan (sustainability) ini lewat program bertajuk Re 3 untuk menekan volume limbah tekstil melalui gaya hidup ramah lingkungan.
Konsep gerakan lingkungan Re 3 ini mengakar pada tiga pilar utama:
- Reduce (Mengurangi): Melatih karyawan untuk memangkas kebiasaan belanja pakaian baru secara berlebihan.
- Re-love (Mencintai Kembali): Mengajak staf merawat serta mendonasikan pakaian lama agar tetap bernilai guna di tangan orang lain.
- Restyle (Gaya Baru): Mengasah kreativitas dalam memodifikasi pakaian lama agar kembali trendi saat masyarakat gunakan.
Sebelum meluncur ke lapangan, tim penguji menyortir seluruh pakaian secara ketat serta mencuci ulangnya menggunakan pewangi hingga benar-benar bersih dan higienis.
Keceriaan Emak-Emak di Kaki Gunung Tamansari
Sebelum menyambangi panti ODGJ, tim PNM terlebih dahulu memicu gelombang keceriaan di Kampung Sindangtengah, Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari. Manajer Regional Mekaar Tasikmalaya 1, Yuyun Yuniati, mendatangi Kelompok Peundeuy 2 dengan membawa bungkusan pakaian premium.
Emak-emak setempat langsung berebut antusias. Mak Haneh (60), salah seorang warga paruh baya, mengaku girang karena berhasil membawa pulang beberapa potong baju dengan kondisi fisik yang masih sangat bagus.
“Ini memang bukan baju baru gres, melainkan pakaian kesayangan kami yang sengaja kami kumpulkan. Semoga pemberian ini berguna untuk kebutuhan harian ibu-ibu sekalian,” kata Yuyun Yuniati.
“Terima kasih banyak PNM atas pemberian baju layaknya. Bantuan ini sangat meringankan beban belanja pakaian kami di sini,” ungkap Mak Haneh.
Kepung Lima Titik Wilayah di Priangan Timur
Manajemen PNM Cabang Tasikmalaya menegaskan aksi sosial ini berjalan serentak dalam satu hari di lima titik wilayah berbeda. Mencakup teritorial administrasi Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar, hingga Kabupaten Ciamis.
Secara kumulatif, gerakan maraton ini berhasil menyasar sedikitnya 20 kelompok binaan Mekaar. Melalui program nyata tersebut, Ara Koswara berharap PNM dapat terus konsisten melahirkan kebijakan korporasi yang seimbang antara pemberdayaan ekonomi makro dan penyelamatan lingkungan hidup.
(Abdul Latif)



