BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai bergerak cepat mematangkan persiapan matang demi menyambut potensi konvoi besar kemenangan Persib Bandung di akhir kompetisi Liga 1 musim ini.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa pihaknya segera menggelar rapat koordinasi (rakor) khusus bersama jajaran Polrestabes Bandung dan Kodim 0618/BS. Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun berbagai skenario pengamanan berlapis, mulai dari kondisi paling kondusif hingga mengantisipasi situasi terburuk selama perayaan massal tersebut berlangsung.
Baca Juga: Waspadai Pecahan Botol Kaca Saat Konvoi Persib, DLH Kota Bandung Terjunkan TIm Khusus
“Baru sore ini saya akan rapat ya sama Pak Kapolres, sama Pak Dandim, karena kita harus punya beberapa skenario, skenario terbaik dan skenario terburuk,” ujar Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (21/5/2026).
Selain fokus pada pengamanan pergerakan massa, Pemkot Bandung juga telah mengunci skenario penanganan kebersihan kota. Pasukan oranye akan melakukan aksi sasapu (penyisiran sampah) secara maraton. Mulai Jumat malam, Sabtu malam, Minggu malam, hingga Senin subuh demi memastikan jalanan Kota Kembang tetap resik.
Farhan berharap perayaan juara ini berjalan aman, tertib, dan damai sehingga skenario terbaiklah yang terjadi di lapangan. Kendati demikian, jajaran Pemkot Bandung tetap menaruh perhatian ekstra pada sejumlah aspek teknis. Terutama terkait rencana pengangkatan trofi juara di atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Asia Afrika.
Uji Kekuatan JPO Asia Afrika dan Proteksi Ketat Cagar Budaya
Saat ini, dinas terkait tengah mengukur secara cermat kekuatan konstruksi serta daya tampung JPO legendaris tersebut. Langkah ini sangat krusial untuk memastikan keselamatan dan mencegah insiden fatal saat perayaan berlangsung.
“Kalau skenario terbaik, maka kita mesti mengukur kekuatan dari jembatan, JPO. Terus juga pembatasan masuk ke pendopo,” ucap Farhan.
Selain membatasi kapasitas di atas JPO, Pemkot Bandung juga akan memperketat akses masuk ke area Pendopo Kota Bandung. Farhan menegaskan, pembatasan ini wajib berjalan. Karena Pendopo kini menyandang status sebagai cagar budaya yang harus terlindungi dari potensi kerusakan akibat membeludaknya massa Bobotoh.
“Pendopo Kota Bandung sudah jadi cagar budaya ya, jadi kudu hati-hati,” ungkapnya.
Terkait desas-desus perubahan lokasi seremoni pengangkatan piala, Farhan memastikan sejauh ini rencana penggunaan JPO Asia Afrika masih tetap sesuai dengan hasil kajian Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung. Namun, akses ke atas jembatan ikonik tersebut akan berjalan sangat selektif.
“Itu lagi diukur kekuatannya dan juga daya tampungnya. Sangat terbatas. Tapi emang memungkinkan kayaknya hanya pemain dan manajemen kali yang ke atas. Kelihatannya sudah fix. Kalau dari laporan dari Dishub sudah fix,” pungkas Wali Kota Bandung.
(Yusuf Mugni)



