spot_imgspot_img
Rabu 13 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BPBD Ciamis Minta Warga Cihaurbeuti Segera Relokasi Usai Longsor Timbun Rumah

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau warga Dusun Cibulakan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cihaurbeuti untuk segera melakukan relokasi mandiri. Langkah ini menjadi prioritas utama setelah bencana tanah longsor menerjang wilayah tersebut pada Selasa kemarin.

BPBD menilai pemukiman warga di kawasan tersebut sangat rentan terhadap ancaman longsor susulan. Kondisi tanah saat ini sudah sangat labil dan menunjukkan banyak titik retakan yang membahayakan keselamatan jiwa.

Baca Juga: Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos, Ini Kata Sekda Ciamis

Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan bahwa kerusakan di Dusun Cibulakan tergolong parah karena material longsor telah menimbun dua unit rumah dan satu musala. Mengingat posisi perumahan berada tepat di bawah tebing curam, BPBD menyarankan warga untuk mencari lokasi hunian baru yang lebih stabil.

“Posisi perumahan warga berada di bawah tebing yang rawan longsor susulan. Kami menyarankan warga melakukan relokasi mandiri ke lokasi yang lebih aman demi menghindari kejadian yang tidak kita inginkan,” ujar Ani, Rabu (13/5/2026).

Langkah Penyelamatan Diri

Ani menegaskan bahwa menjauh dari lokasi rawan merupakan jalan terbaik untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. BPBD khawatir jika hujan deras kembali mengguyur, retakan tanah yang sudah ada akan memicu longsor susulan dengan skala yang lebih besar.

“Kita bisa menghindari jatuhnya korban akibat longsor dengan cara tidak berada di lokasi tersebut,” tegasnya.

Kesaksian Korban Selamat

Dede Kartini, salah satu warga yang rumahnya rata dengan tanah, mengaku masih trauma atas kejadian yang menimpanya. Ia menceritakan detik-detik mencekam saat hujan deras mengguyur wilayahnya sesaat sebelum bencana terjadi.

Saat itu, Dede melihat aliran air yang sangat deras turun dari atas tebing. Curiga akan terjadi sesuatu, ia segera menggendong anaknya dan berlari keluar rumah.

“Sesaat setelah saya berlari beberapa langkah dari dalam rumah, tiba-tiba tanah longsor langsung mengubur bangunan rumah. Saya hanya sempat menyelamatkan anak, sementara harta benda terkubur material tanah,” ungkap Dede penuh haru.

Pemerintah daerah kini terus memantau pergerakan tanah di Cihaurbeuti guna memberikan peringatan dini kepada warga. Melalui koordinasi dengan perangkat desa, BPBD berharap masyarakat semakin sadar akan risiko tinggal di kawasan zona merah bencana.

(Husen Maharaja)

spot_img

Berita Terbaru