TASIKMALAY,FOKUSJabar.id: Tren penggunaan transaksi digital atau non-tunai di wilayah Priangan Timur menunjukkan peningkatan luar biasa hingga awal tahun 2026. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tasikmalaya mencatat pertumbuhan transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melambung hingga ratusan persen.
Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari Putri, menilai lonjakan ini sebagai sinyal kuat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Priangan Timur. Data internal BI menunjukkan volume transaksi QRIS tumbuh signifikan hingga mencapai angka 579 persen.
Baca Juga: KORPRI Kota Tasikmalaya Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Integritas ASN
“Kenaikan volume transaksi sebesar 579 persen ini merupakan kabar baik. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat di Priangan Timur, khususnya Kota Tasikmalaya, sudah sangat siap menghadapi digitalisasi keuangan,” ujar Laura dalam agenda Diseminasi Perkembangan Ekonomi dan Digitalisasi, Kamis (7/5/2026).
Jangkau Wilayah Pedesaan
Laura menjelaskan bahwa sistem pembayaran QRIS kini telah merambah berbagai lapisan masyarakat. Penggunaannya tidak lagi terbatas di kawasan perkotaan, namun warga di wilayah pedesaan pun mulai aktif memanfaatkan pembayaran digital ini dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
BI Tasikmalaya berkomitmen untuk terus menyosialisasikan program ini sepanjang tahun 2026 dengan menambah jumlah mitra, pengguna, serta memperluas jaringan merchant. Saat ini, jumlah merchant di wilayah Priangan Timur telah menembus angka 5.000 lokasi.
“Kami terus mengupayakan penambahan mitra dengan menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi lainnya hingga ke pelosok daerah,” tambahnya.
Sosialisasi Lewat Event Olahraga Nasional
Sebagai langkah konkret memperluas literasi digital, Bank Indonesia menjalin kolaborasi dalam ajang olahraga lari berskala nasional, yakni QRIS Unsil Tasik Half Marathon (UTHM). Acara tersebut akan berlangsung pada 10 Mei 2026 mendatang di Kampus II Universitas Siliwangi Tasikmalaya.
Melalui event UTHM, BI bekerja sama dengan Unsil untuk mengenalkan sistem QRIS kepada para mahasiswa dan peserta lari. Bank Indonesia memberikan dukungan penuh guna memastikan kelancaran teknis pembayaran digital selama acara berlangsung.
Laura menegaskan bahwa ajang UTHM bukan sekadar kegiatan olahraga biasa. Event ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara olahraga, pariwisata, seni dan budaya. Kemudian UMKM dapat bergerak bersama untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
“Kami masuk dan berkolaborasi dalam ajang penting ini agar semakin banyak masyarakat yang sadar dan merasakan langsung kemudahan, kenyamanan, serta kelancaran bertransaksi menggunakan QRIS,” pungkasnya.
(Seda)


