BEKASI,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan anggaran ratusan miliar rupiah untuk memperkuat infrastruktur jalan pada tahun 2026. Melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK), pemerintah daerah mengalokasikan dana sebesar Rp192 miliar guna mendukung aktivitas ekonomi dan konektivitas warga.
Program pembangunan ini menjangkau 106 titik pekerjaan yang tersebar merata di 23 kecamatan. Kepala Bidang Pembangunan Jalan SDA-BMBK Kabupaten Bekasi, Dede Chairul, menjelaskan bahwa pihaknya akan melaksanakan berbagai jenis pekerjaan mulai dari rekonstruksi, pelebaran, hingga pemeliharaan rutin.
Baca Juga: DLHK Depok Siagakan Ranger Pohon 24 Jam, Antisipasi Pohon Tumbang
“Kami tetap menjalankan 106 titik kegiatan meskipun anggaran tahun ini turun sekitar Rp104 miliar dibandingkan tahun lalu,” ungkap Dede di Cikarang Pusat, Selasa (5/5/2026).
Penyesuaian Regulasi dan Target Fisik
Dede memaparkan bahwa penurunan alokasi dana dari Rp297 miliar pada 2025 menjadi Rp192 miliar dipengaruhi oleh perubahan regulasi teknis. Pemerintah kini wajib menggunakan e-Katalog versi 6 dengan skema mini kompetisi serta menyesuaikan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP).
Selain aturan baru, kenaikan harga bahan bakar minyak turut mendongkrak biaya material seperti aspal dan beton. Kondisi ini memaksa pemerintah melakukan koreksi terhadap target panjang jalan yang akan dibangun. Jika semula rencana mencapai 1 kilometer, kini realisasinya berpotensi hanya menyentuh angka 800 meter.
Terkait proses pengadaan, pemerintah menargetkan tahapan lelang mulai pada akhir Mei 2026 melalui sistem e-Katalog dan LPSE setelah menyelesaikan penyesuaian aturan.
Skala Prioritas dan Sebaran Wilayah
Saat ini, Kabupaten Bekasi memiliki total panjang jalan sekitar 1.077 kilometer yang terbagi dalam 281 ruas. Sekitar 70 persen jalan berada dalam kondisi mantap, sementara 30 persen sisanya atau sepanjang 300 kilometer masih memerlukan perbaikan serius.
Tahun ini, pemerintah memprioritaskan wilayah utara, khususnya Kecamatan Babelan dan Tarumajaya, karena tingkat kerusakan jalan yang cukup tinggi. Beberapa ruas yang masuk daftar penanganan antara lain:
- Jalan Baru Tanggul Bahagia
- Lingkar Babelan
- Bojong Karatan–Marunda
- Batas Kota Bojong Karatan–Buni Bakti
Selain wilayah utara, petugas juga memberikan perhatian pada jalur Bojongmangu hingga Sukamukti di wilayah selatan yang berbatasan dengan Bogor. Pemerintah mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan kerusakan jalan di wilayah masing-masing melalui platform digital resmi guna mempercepat proses pendataan dan intervensi lapangan.
(Jingga Sonjaya)


