BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kapten Persib Bandung, Marc Klok dengan tegas membantah tuduhan dari Bhayangkara FC terkait rasisme saat laga pekan ke-30 Super League 2025/2026.
Seperti di ketahui, di media sosial beredar video perdebatan antara kapten Bhayangkara FC, Wahyu Subo Seto usai babak pertama berakhir.
BACA JUGA:
Pelatih Bhayangkara FC Ambil Hikmah Dikalahkan Persib Bandung
Saat memasuki lorong menuju ruang ganti, Wahyu Subo Seto terlihat berdebat dengan kapten tim Persib Bandung.
Melalui statement resminya di media sosial, Bhayangkara FC menjelaskan hal itu terjadi karena Wahyu Subo Seto ingin mengkonfirmasi kepada Marc Klok terkait aksi rasisme kepada Henry Doumbia.
Selain itu, pihak Bhayangkara FC melaporkan dugaan aksi rasisme yang di lakukan Marc Klok kepada Match Commisioner dan bersurat kepada Komdis PSSI.
Terkait pernyataan dari Bhayangkara FC, Marc Klok akhirnya memberikan bantahan melalui akun media sosialnya, Sabtu (2/5/2026).
BACA JUGA:
Persib Bandung Siap Hadapi Tekanan Berat Bhayangkara FC
Berikut ini pernyataan resmi dari Marc Klok:
Saya dengan tegas membantah tuduhan rasisme yang di tujukan kepada saya. Penyebaran informasi yang tidak benar mengenai sesuatu yang tidak pernah terjadi merupakan hal yang tidak dapat di terima dan merugikan nama baik saya.
Sepanjang hidup, saya selalu menjunjung tinggi nilai rasa hormat, kesetaraan, profesionalisme dan anti-rasisme.
Sepanjang karier saya, saya telah berbagi ruang ganti dengan pemain dari berbagai latar belakang, budaya dan kebangsaan. Rasa hormat selalu menjadi nilai utama bagi saya. Baik di dalam maupun di luar lapangan.
BACA JUGA:
Pelatih Persib: Babak Pertama vs Bhayangkara tak Sesuai Rencana
Orang-orang yang mengenal saya, termasuk rekan setim, pelatih, dan orang-orang terdekat, mengetahui siapa saya dan nilai-nilai yang saya pegang.
Satu hal yang pasti, saya selalu memimpin dengan memberi teladan.
Saya telah berbicara dengan beberapa pihak dari Bhayangkara Presisi Lampung FC. baik selama maupun setelah pertandingan, untuk memahami situasi yang terjadi serta mengklarifikasinya dengan sikap hormat dan tenang.
Saat kami mencetak gol menjadi 2-1, Henri Doumbia menahan bola alih-alih melanjutkan kick-off. Kami berusaha segera melanjutkan permainan untuk mengejar ketertinggalan. Saya mengatakan dengan jelas kepadanya, “Give me the ball back.”
Kami kemudian membicarakan hal tersebut. Ia meminta maaf kepada saya karena sebelumnya mengira saya mengatakan kata “black”.
Ia mengakui kesalahpahaman tersebut. begitu pula rekan-rekan setimnya dan pelatih mereka yang memiliki hubungan baik dengan saya.
Namun, manajer mereka, Sumardji, yang tidak berada di dekat lapangan, terus menyebut saya sebagai rasis, baik di dalam lorong stadion, dekat ruang ganti, maupun di lapangan setelah pertandingan.
BACA JUGA:
Misi Balas Dendam jadi Target Pelatih Bhayangkara FC
Saya telah memintanya untuk berhenti dan menyampaikan bahwa saya merasa terluka atas tuduhan yang tidak benar tersebut. Saya menilai perilaku ini telah melampaui batas sepak bola dan esensi dari permainan ini.
Saya mengharapkan adanya permintaan maaf resmi dari Bhayangkara Presisi Lampung FC atas kekeliruan dan kesalahpahaman yang merugikan nama saya serta atas penyebaran tuduhan yang tidak benar.
(Arif)


